Ditolak Amerika, mainan murahan asal China ditampung Indonesia
Amerika sangat tegas dalam penerapan aturan standar untuk mainan.
Mainan anak dari China yang masuk Indonesia disebut-sebut banyak yang tidak memenuhi standar dan berbahaya untuk kesehatan.
Sesungguhnya, banyak mainan buatan China yang telah dikirim ke Amerika, namun ditolak. Sementara di Indonesia justru diterima.
Hal ini diucapkan oleh Kasubdit Alas Kaki Kulit dan Aneka Kementerian Perindustrian, Richard dalam seminar Sertifikasi Standar Nasional Indonesia (SNI) Mainan Anak di Graha Sucofindo, Jakarta, Senin (19/5).
"Amerika sangat tegas dalam SNI wajib mainan. Mereka produk China ditolak dan balik ke Indonesia. Mainan ini dapat menghambat pertumbuhan anak dan membahayakan kesehatan," ucap Richard.
Berbahayanya mainan asal China karena cat yang digunakan adalah cat murahan yang mengandung zat kimia mercuri. Zat ini bisa menyebabkan kanker.
"Produk China selama ini murah dan cat yang digunakan murah. Sekarang kita ubah dan China tidak takut mereka ikuti ini, kita juga harus berani ikuti standar," tambahnya.
Sesditjend IKM Kementerian Perindustrian, Busharmaidi mengatakan, sebagai langkah antisipasi bahaya mainan anak bagi kesehatan, pihaknya telah mewajibkan SNI untuk mainan anak. Langkah ini juga dinilai akan meningkatkan daya saing produk industri Indonesia di pasar bebas ASEAN nantinya.
"Daya saing tidak bisa ditawar kalau kita berusaha di industri mainan. Pasar bebas ASEAN untuk itu daya saing perlu kita tingkatkan. Ini upaya meningkatkan daya saing memberikan fasilitas untuk SNI wajib," tutupnya.
Baca juga:
Penerapan SNI bikin harga mainan merangkak naik
Pemerintah habiskan Rp 500 M beli mainan murahan asal China
Mainan anak impor merusak kesehatan dan menyebabkan kanker
Kemendag keluarkan izin ET 80 perusahaan termasuk Freeport
Indonesia fokus perkuat ekspor ke Madagaskar