Ditjen Pajak dan Polda Jabar bekuk residivis pemalsu faktur pajak
Faktur pajak palsu komplotan ini banyak tersebar di Jawa dan Sumatera.
Direktorat Jenderal Pajak bersama Bareskrim Polda Jawa Barat berhasil menangkap komplotan penerbit faktur pajak fiktif di Bandung, Jawa Barat, pada Kamis (18/8) kemarin. Penangkapan dilakukan di rumah tersangka, yang terletak di Kompleks Singgasana Perdana.
Direktur Jenderal Pajak Kementerian Keuangan, Ken Dwijugasteadi mengatakan, tersangka berinisial AC alias TENGKU sebelumnya juga pernah melakukan tindak kriminal pada 2004 - 2005.
"Kena 2,5 tahun keluar terus berbuat lagi. Kalau perlu nanti dipenjara 6 tahun kalau perlu dilipatgandakan," kata Ken dalam konferensi pers di Kantornya, Jakarta, Jumat (19/8).
Komplotan ini, sejak 2014, telah menggunakan aplikasi e-Faktur dan menjual nomor faktur pajak yang tidak berdasarkan transaksi yang sebenarnya kepada para pengguna. Faktur pajak palsu komplotan ini banyak tersebar di Jawa dan Sumatera.
"Saat ini tersangka AC telah berada dalam tahanan Bareskrim Mabes Polri. Sementara 3 lainnya masih dalam pemeriksaan," tuturnya.
Dari hasil penangkapan, penyidik menyita barang bukti berupa komputer, hard disk, modem, flash disk, serta dokumen-dokumen perpajakan. Ditemukan pula 100 buah stempel yang terdiri dari 18 stempel palsu dari kantor pelayanan pajak (KPP) serta 82 stempel perusahaan bodong yang digunakan untuk menerbitkan faktur pajak fiktif.
"Yang bersangkutan mempunyai 256 perusahaan fiktif, kemudian ada 100 stempel yang dipalsukan. Dia dijual mengambil 5 - 10 persen dari nilai yang ada di faktur. Ambil contoh nilai faktur 100 jadi dia bisa ambil 10 perak. Semakin besar nilai faktur akan semakin banyak yang dia dapatkan," pungkasnya.
Baca juga:
Pesan Sri Mulyani buat rakyat punya tabungan tapi belum lapor SPT
2018, Singapura buka data pajak di negaranya
Hampir 2 bulan jalan, Tax Amnesty masih sulit dipahami wajib pajak
Target pajak 2017 Rp 1.459 T, pemerintah andalkan sektor nonmigas
Ini kebijakan perpajakan Presiden Jokowi di 2017
Demi tax amnesty, kantor pajak buka setiap hari
JK soal uang tebusan Tax Amnesty: Pengusaha suka bayar last minute