LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. UANG

Ditjen Pajak bakal tindaklanjuti soal kemewahan pengacara Setya Novanto

Pengacara Setya Novanto, Fredrich Yunadi mengaku memiliki gaya hidup mewah. Dia kerap kali menghabiskan miliaran rupiah hanya untuk sekali pergi ke luar negeri. Tak cuma itu, Fredrich juga senang belanja barang-barang bermerek dengan harga fantastis.

2017-11-27 15:44:10
Pajak
Advertisement

Pengacara Setya Novanto, Fredrich Yunadi mengaku memiliki gaya hidup mewah. Dia kerap kali menghabiskan miliaran rupiah hanya untuk sekali pergi ke luar negeri. Tak cuma itu, Fredrich juga senang belanja barang-barang bermerek dengan harga fantastis. Hal itu pun dia beberkan saat wawancara di YouTube Channel bersama Najwa Shihab.

"Saya suka mewah. Saya kalau ke luar negeri, sekali pergi itu minimum saya spend Rp 3 miliar, Rp 5 miliar. Sekarang tas Hermes yang harganya Rp 1 Miliar juga saya beli," ucap Fredrich dalam tayangan tersebut.

Menurutnya, kekayaannya saat ini tak hanya berasal dari honor sebagai pengacara, namun juga dari warisan keluarga dan juga sejumlah usaha. Terkait pernyataan tersebut, Direktorat Jenderal Pajak segera menindaklanjuti.

Advertisement

"Iya secara umum kita sampaikan informasi yang muncul di masyarakat, tentu akan ditindaklanjuti," kata Direktur Penyuluhan Pelayanan dan Hubungan Masyarakat, Ditjen Pajak Hestu Yoga Saksama, di Kantornya, Senin (27/11).

Meski begitu, Hestu enggan membeberkan tindak lanjut apa yang bakal dilakukan terhadap Fredrich. Menurutnya hal itu demi menjaga privasi wajib pajak.

"Tindak lanjutnya seperti apa itu yang tadi saya katakan kita menjaga privasi wajib pajak kita, menjaga pasal 34, kita tidak akan sampaikan kepada publik," tandasnya.

Advertisement

Baca juga:
Kesadaran wajib pajak di Sulselbartra masih rendah
Langkah Kemenperin dorong peringkat kemudahan berusaha di Indonesia
Ditjen Pajak sosialisasi ke perguruan tinggi tingkatkan pemahaman pajak
Hotel mewah Tanjung Benoa Beach Resort nunggak pajak hingga Rp 14 M
Sri Mulyani irit bicara soal rumor penunjukan bos pajak baru
Ditjen Pajak tegaskan tak ada Tax Amnesty jilid II
Misbakhun: Badan Penerimaan Pajak merupakan kebutuhan yang mendesak

(mdk/azz)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.