Distribusi Vaksin di Wilayah Kepulauan Direkomendasikan Lewat Laut
Rektor Teknik Transportasi Laut ITS Tri Achmadi merekomendasikan untuk mendistribusikan vaksin ke berbagai daerah menggunakan konversi Landing Craft Tank (LCT) yang menjadi kapal logistik kemanusiaan untuk menjangkau wilayah kepulauan yang fasilitasnya terbatas.
Sebanyak 1,2 juta vaksin Sinovac telah tiba di Indonesia pada Minggu (6/12) malam, dan langsung dibawa menuju kantor pusat Bio Farma di Kota Bandung, Jawa Barat. Namun, kini vaksin tersebut masih dalam proses kajian sebelum divaksinkan kepada masyarakat.
Rektor Teknik Transportasi Laut ITS Tri Achmadi merekomendasikan untuk mendistribusikan vaksin ke berbagai daerah menggunakan konversi Landing Craft Tank (LCT) yang menjadi kapal logistik kemanusiaan untuk menjangkau wilayah kepulauan yang fasilitasnya terbatas.
"Melalui konversi kapal LCT yang ada saat ini, sehingga proses pembangunan lebih cepat dan murah," kata Tri dalam webinar efektivitas PSBB dan dukungan logistik Kemanusiaan Transportasi pada masa pandemi, Selasa (8/12).
Sebagaimana diketahui vaksin itu merupakan produk biologis yang memiliki kerentanan pada perubahan suhu atau sensitif. Sehingga vaksin harus disimpan pada suhu 2°C dengan 8°C, dan suhu ini harus terjaga baik hingga divaksinkan kepada penerima.
Dia menjelaskan proses menjaga suhu vaksin di kondisi ideal dari awal sampai akhir itu menggunakan cold chain (rantai dingin), tentu ini tidak mudah untuk menjaga suhu vaksin karena kondisi suhu di Indonesia yang tropis.
Adapun Cold Chain adalah distribusi logistik yang menggunakan temperatur kontrol di situlah yang digunakan untuk mendistribusikan makanan atau untuk kebutuhan bio pharmaceutical. Kemudian yang paling utama adalah tempat atau storage pengangkutan penyimpanan dari pengangkutan vaksin.
Oleh karena itu, peran angkutan laut sangat menentukan bagaimana nanti kondisi vaksin tersebut diterima di konsumen akhir, sehingga tempat yang dipakai, penjagaan, pemilihan waktu dan lainnya semuanya harus tepat.
"Secara teknologi transportasi kita lihat semuanya bisa diangkut dengan menggunakan reefer container dengan suhu 30°C sampai -45°C, bahkan kontainer itu bisa sampai -65°C," katanya.
Dia melihat ada 4 jenis alat pengangkut yang bisa dipakai untuk mengangkut reefer container yaitu kapal kontainer biasa, kapal Roro, kapal penumpang yang bisa mengangkut kontainer kemudian ada juga Self propelled Barge untuk daerah yang masuk ke pedalaman.
"Saya kira bisa menggunakan kapal-kapal yang ada saat ini disini lah perlu mengintegrasikan distribusi logistik kemanusiaan dengan jaringan transportasi LSDP, Jadi bagaimana kita secara optimal bisa menggunakan kapal-kapal yang ada baik kapal penumpang atau penyeberangan," tandasnya.
Reporter: Tira Santia
Sumber: Liputan6.com
Baca juga:
600 Orang Meninggal Tiap Hari, Sao Paulo Mulai Vaksinasi Corona Lebih Dulu di Januari
Menlu: Diplomasi Akan Diteruskan untuk Mengawal Rencana Pengiriman Vaksin Selanjutnya
Tingkatkan Produksi, Sinovac Targetkan 600 Juta Dosis Vaksin Corona Siap Akhir Tahun
Bio Farma: Vaksinasi Covid-19 untuk Tenaga Kesehatan Tunggu Izin BPOM
Inggris Mulai Vaksinasi Covid-19 Hari Ini
BPOM: Pemerintah Hanya Akan Memberikan Vaksin yang Bermutu, Berkhasiat dan Aman