Disomasi pemilik Lion Air, Menhub Jonan minta maaf
"Tidak ada niat atau tendensi sedikit pun dalam pernyataan Menhub untuk mendiskreditkan saudara Rusdi Kirana."
Pemilik Lion Group, Rusdi Kirana berencana melayangkan somasi kepada Menteri Perhubungan Ignasius Jonan atas dugaan pencemaran nama baik terkait pembangunan Bandara Lebak, Banten. Jonan sempat menyebutkan Lion Group mengusulkan untuk menutup Bandara Budiarto dan Sekolah Tinggi Ilmu Penerbangan, Curug, Banten apabila Bandara Lebak dibangun.
Terkait masalah ini, Menteri Perhubungan Ignasius Jonan akhirnya meminta maaf atas somasi yang dilayangkan pemilik Lion Group Rusdi Kirana dan atas nama perusahaan Lion Group pada Senin (16/11).
"Menteri Perhubungan menyampaikan permintaan maaf dan menarik pernyataan yang dianggap memberatkan serta menganggap persoalan ini selesai," kata Direktur Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan, Suprasetyo seperti dikutip Antara, Selasa (17/11).
Suprasetyo menjelaskan dalam pernyataan kepada media pada Jumat (13/11) Menhub Jonan tidak menyebut maupun menuduh Rusdi Kirana berkeingiunan untuk menjadi Menteri Perhubungan.
Selain itu, dia menambahkan Menhub Jonan juga tidak menyebut atau menuduh Rusdi Kirana berkeinginan menutup Bandara Budiarto, Curug. Dia mengatakan Menhub tidak menyebut maupun menuduh PT Lion Group merekomendasikan penutupan Bandara Budiarto, Curug.
"Tidak ada niat atau tendensi sedikit pun dalam pernyataan Menhub untuk mendiskreditkan saudara Rusdi Kirana dan PT Lion Group," katanya.
Seperti diketahui, Polemik pembangunan Bandara Lebak oleh Lion Group mendapat penolakan dari Menteri Perhubungan. Penolakan tersebut dilakukan karena dianggap pembangunan Bandara Lebak akan menutup Bandara Budiarto dan STIP, Curug.
Baca juga:
Soal Bandara Lebak, Rusdi Kirana ancam somasi Jonan
Rusdi Kirana sebut Bandara Lebak bisa pecah kepadatan Soekarno-Hatta
Lokasi tak laik, Kemenhub tolak pembangunan bandara milik Lion Air
Beredar aduan pilot Lion Air tawarkan pramugari janda di pesawat
Jika terbukti, pilot Lion tawarkan pramugari janda langsung dipecat