LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. UANG

Disebut daya beli masyarakat RI menurun, ini kata Darmin

Industri ritel di Tanah Air tengah menghadapi guncangan. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution mengatakan tak sepakat disebut daya beli masyarakat Indonesia menurun. Menurutnya, Juni lalu berbarengan dengan Lebaran dan masuk sekolah, sehingga terjadi guncangan di industri ritel.

2017-08-02 20:30:49
Darmin Nasution
Advertisement

Industri ritel di Tanah Air tengah menghadapi guncangan. Akhir Juni lalu, PT Modern International Tbk telah menutup seluruh gerai convenience store 7-Eleven di Indonesia.

Kini, pemilik minimarket Indomaret, PT lndoritel Makmur Internasional Tbk (DNET) mencatatkan penurunan laba yang mengejutkan. Mengutip laporan keuangan perusahaan di Bursa Efek Indonesia, laba DNET tercatat hanya Rp 30,5 miliar di semester I-2017. Angka ini turun sekitar 71 persen dibanding periode sama tahun lalu yang mencapai Rp 105,4 miliar.

Menanggapi hal ini, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution mengatakan tak sepakat disebut daya beli masyarakat Indonesia menurun. Menurutnya, Juni lalu berbarengan dengan Lebaran dan masuk sekolah, sehingga terjadi guncangan di industri ritel.

Itu karena diukur pada Juni. Bulan Juni itu Lebaran. Di setiap bulan lebaran terjadi perlambatan kenaikan konsumsi, karena orang habis-habisan ketika puasa dan Lebaran. Juli tahun lalu itu Lebaran juga. Coba lihat datanya, melambat," ujar Darmin di Istana Negara, Jakarta, Rabu (2/8).

Darmin menjelaskan saat Lebaran, masyarakat Indonesia mengurangi belanjanya. Alasannya, Lebaran berbarengan dengan jadwal masuk sekolah.

"Karena apa? satu, orang pada ngurangin belanjanya. Kedua, karena Juli itu mau masuk sekolah, orang mulai tahan duitnya dulu, karena pada mau belanja untuk sekolah anaknya, mau belanja alat sekolah," tegasnya.

Mantan Gubernur Bank Indonesia ini mengaku tak khawatir dengan kondisi tersebut. Dia pun menegaskan penurunan konsumsi ini tak akan berdampak pada pertumbuhan ekonomi di Kuartal II-2017.

"Tunggu saja seminggu, nanti kesimpulannya biar jelas. (Pertumbuhan ekonomi) Nanti juga keluar," pungkasnya.

Advertisement

Baca juga:
Punya pertumbuhan tinggi, Sulbar diminta percepat tekan kemiskinan
Kadin klaim harga mobil listrik lebih murah dari konvensional
Ketum PKB sindir Susi: Kalau cuma impor garam, anak TK juga bisa
DPN APTRI datangi Mendag Enggar minta evaluasi HET Gula tani
Pertama kalinya, Indonesia akan susun indikator ekonomi maritim
Wapres JK sebut panas bumi kunci kesuksesan rencana mobil listrik RI

(mdk/sau)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.