LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. UANG
  2. EKONOMI

Dirut Garuda Indonesia Angkat Suara Terkait Wacana Merger dengan Pelita Air

Rencana merger tersebut menjadi sinyal positif bagi upaya penguatan fundamental kinerja Garuda Indonesia.

Selasa, 22 Agu 2023 17:44:00
bumn
Dirut Garuda Indonesia Angkat Suara Terkait Wacana Merger dengan Pelita Air (merdeka.com)
Advertisement

Rencana merger Garuda Indonesia Group bersama Pelita Air masih dalam tahap awal.

Dirut Garuda Indonesia Angkat Suara Terkait Wacana Merger dengan Pelita Air

Dirut Garuda Indonesia Angkat Suara Terkait Wacana Merger dengan Pelita Air

Direktur Utama PT Garuda Indonesia Tbk Irfan Setiaputra buka suara terkait rencana merger bisnis Garuda Indonesia Group bersama dengan Pelita Air. Dia menyambut baik wacana merger tersebut karena akan memperkuat bisnis Garuda Indonesia pasca restrukturisasi. 

"Dapat kami sampaikan bahwa hingga saat ini proses diskusi terkait langkah penjajakan aksi korporasi tersebut masih terus berlangsung intensif," kata Irfan di Jakarta, Selasa (22/8).

Irfan menekankan, rencana merger Garuda Indonesia Group bersama Pelita Air masih dalam tahap awal. Di mana pihaknya tengah mengeksplorasi secara mendalam atas berbagai peluang sinergi bisnis untuk mengoptimalkan aspek profitabilitas kinerja sekaligus memperkuat ekosistem bisnis industri transportasi udara di Indonesia.

Irfan menambahkan, rencana merger tersebut menjadi sinyal positif bagi upaya penguatan fundamental kinerja Garuda Indonesia. Khususnya pasca-restrukturisasi yang terus dioptimalkan melalui berbagai langkah akseleratif transformasi kinerja bersama pelaku industri aviasi Indonesia.

Advertisement

"(Merger) tersebut menjadi sinyal positif bagi penguatan fundamental kinerja perusahaan khususnya pasca restrukturisasi," ujar Irfan.

Mengenai proyeksi dari proses merger ini, pihaknya berjanji akan terus menginformasikan secara berkelanjutan kepada publik. Terutama terkait tindak lanjut penjajakan yang lebih spesifik atas realisasi rencana strategis tersebut.

Sebelumnya, Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN)  Erick Thohir akan melakukan penggabungan usaha (merger) terhadap tiga maskapai pelat merah. Yakni, Garuda Indonesia, Citilink, dan Pelita Air. 

Erick Thohir mengatakan, rencana merger tersebut bagian dari proses efisiensi untuk menekan biaya logistik. Menurutnya,  efisiensi terus menjadi agenda utama pada perusahaan-perusahaan milik negara yang ia pimpin.

Advertisement
Advertisement

"Setelah melakukan rangkaian program efisiensi pada empat Pelindo. Kita juga upayakan Pelita Air, Citilink, dan Garuda merger untuk menekan cost," kata Erick dalam keterangannya, Jakarta, Selasa (22/8).

Erick mengungkapkan, saat ini, Indonesia masih kekurangan sekitar 200 pesawat yang menjadi penyebab mahalnya biaya logistik. Perhitungan itu diperoleh dari perbandingan antara Amerika Serikat dan Indonesia.

Di Amerika Serikat, terdapat 7.200 pesawat yang melayani rute domestik. Di mana terdapat 300 juta populasi yang rata-rata GDP (pendapatan per kapita) mencapai USD 40 ribu.

"Sementara di Indonesia terdapat 280 juta penduduk yang memiliki GDP USD 4.700. Itu berarti Indonesia membutuhkan 729 pesawat. Padahal sekarang, Indonesia baru memiliki 550 pesawat. Jadi perkara logistik kita belum sesuai," ujar Erick.

Berita Terbaru
  • Update Harga Pangan Nasional: Telur Ayam Rp30.400/kg, Bawang Merah Rp54.350/kg
  • Kemdiktisaintek Dorong Politeknik Perkuat Kemandirian Teknologi Nasional
  • OJK Panggil Solusiku: Klarifikasi Dugaan Pelanggaran Proses Penagihan Pinjaman Online
  • Korban Serangan Israel di Lebanon Melonjak, Ribuan Jiwa Melayang Sejak Maret
  • NTB Kenalkan Tenun Sakral Sasak di Pameran Wastra Nasional Yogyakarta: Simbol Magis Warisan Budaya
  • bumn
  • erick thohir
  • garuda indonesia
  • menteri bumn erick thohir
Artikel ini ditulis oleh
Editor Idris Rusadi Putra
S
Reporter Sulaeman
Disclaimer

Artikel ini dihasilkan oleh AI berdasarkan data yang ada. Gunakan sebagai referensi awal dan selalu pastikan untuk memverifikasi informasi lebih lanjut sebelum mengambil keputusan.

Berita Terpopuler

Berita Terpopuler

Advertisement
Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.