Dicuri dari Jepang, bank di Afrika kehilangan Rp 178 M dalam dua jam
Para pencuri menggunakan 1.600 kartu kredit palsu.
Sebuah bank di Afrika Selatan menjadi korban pencurian yang dilakukan dari daerah yang sangat jauh atau mencapai 10.000 mil. Perbankan tersebut kehilangan USD 13 juta atau setara dengan Rp 178 miliar yang diambil dari benua lain menggunakan kartu kredit Afrika Selatan palsu.
Dikutip dari CNN, para pencuri menggunakan 1.600 kartu kredit palsu dan mereka menarik uang di 1.400 ATM di seluruh Jepang.
Kartu-kartu tersebut diduga dibuat menggunakan data curian dari South African Standard Bank Group (SGBLY), yang sebenarnya tidak mempunyai hubungan dengan Jepang.
Kelompok pencuri hanya membutuhkan waktu 2 jam untuk mencuri uang dan menarik maksimum 100.000 yen atau USD 913 di tiap mesin.
Perbankan di Afrika Selatan yang tidak disebutkan namanya tersebut mengestimasikan kerugian secara total mencapai USD 20 juta. Pihak perbankan mengatakan pencurian ini sangat canggih dan terkoordinasi.
Para pencuri menggunakan jaringan ATM di Jepang yang terkoneksi dengan Seven Bank di seluruh Jepang. Seven Bank mengatakan tidak mengalami kerugian dari insiden ini. Mereka meyakinkan bahwa nasabah dan investor mereka masih aman.
Seven Bank adalah salah satu dari dua bank di Jepang yang mereka kartu kredit asing untuk dicairkan menjadi uang. Bank ini dimiliki oleh Seven & I Holdings Co, perusahaan induk dari 7-eleven. Mereka mengoperasikan 21.000 ATM yagn terletak di dalam toko 7-eleven di seluruh Jepang.
Baca juga:
IIF gandeng Asbanda genjot pembiayaan proyek infrastruktur daerah
Hingga Maret, BRI catat penyaluran kredit petani capai Rp 64,7 T
BTN siapkan 7 mobil mewah buat nasabah, ini syarat dapatkannya
Gelar acara ulang tahun ke-55, Bank BJB siap rangkul nasabah baru
Hingga Mei 2016, LPS tutup 5 BPR terindikasi fraud
Perekonomian dunia bergejolak, LPS yakinkan perbankan RI masih sehat
LPS gandeng 6 kantor akuntan publik bantu tangani bank bangkrut