Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Hingga Mei 2016, LPS tutup 5 BPR terindikasi fraud

Hingga Mei 2016, LPS tutup 5 BPR terindikasi fraud Ilustrasi Bank. ©2014 Merdeka.com

Merdeka.com - Kepala Eksekutif Lembaga Penjamin Simpanan (LPS), Fauzi Ichsan, mengaku hingga Mei 2016 pihaknya sudah menutup 5 Bank Perkreditan Rakyat (BPR). Bank-bank tersebut merupakan bank non sistemik yang sudah dinyatakan gagal oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

"Kita sudah menutup sekitar 5 BPR sejak awal tahun. Ada 1.800 BPR jadi wajar saja jika kita menutup 5 BPR sejak awal tahun ini," kata Fauzan di Kantornya, Jakarta, Jumat (20/5).

Dia menambahkan, rata-rata penyebab ditutupnya BPR tersebut dikarenakan adanya penipuan (fraud) yang dilakukan oleh pemilik bank atau manajemen bank. Sehingga, bank-bank tersebut harus masuk dalam pengawasan khusus yang melibatkan LPS.

Sayangnya, untuk bank non sistemik, LPS harus melakukan list cost test untuk menetapkan opsi apa yang akan diberi kepada bank tersebut, apakah melikuidasi atau menyelamatkan. Namun jika bank tersebut adalah bank sistemik, maka LPS harus menyelamatkan bank tersebut.

"Jadi sewaktu bank non sistemik dinyatakan gagal oleh OJK, maka LPS akan melakukan list cost test. Dan selama ini bisa dibilang 99 persen dari hasil list cost test LPS itu menutup likuidasi bank gagal," imbuhnya.

(mdk/bim)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP