LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. UANG

Dibuka memerah, IHSG parkir di area negatif

Sentimen negatif dari bursa regional Asia dan Wall Street yang negatif juga berpotensi menahan pergerakan IHSG.

2014-02-26 09:17:35
IHSG
Advertisement

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka berada di zona merah di level 4.562,49 atau turun 14,80 poin dibanding penutupan kemarin di level 4.577,29. Indeks LQ45 juga dibuka memerah di level 764,89 atau turun 3,32 poin dibanding penutupan kemarin di level 768.21.

Dow Jones terkoreksi 0,17 persen pada level 16.179,66 poin. Nasdaq turun 0,13 persen pada level 4.287,59 poin. S&P 500 negatif 0,13 persen pada level 1.845,12 poin.

Nikkei pagi ini dibuka turun 0,77 persen. Bursa Eropa ditutup negatif,  FTSE 0,51 persen, DAX 0,10 persen dan CAC 0,10 persen. Minyak WTI  menguat 0,16 persen pada level USD 101,99 per barrel. Emas turun 0,33 persen pada level USD 1.338,30 per oz.

Advertisement

Equity Analyst Asia Financial Network Agus Susanto Benzaenuri memaparkan, IHSG cenderung lanjutkan koreksi. "Tekanan jual diperkirakan masih akan berlanjut pada pasar Indonesia sehingga membawa IHSG cenderung berada pada area negatif," kata Agus, Rabu (26/2).

Selain itu, sentimen negatif dari bursa regional Asia dan Wall Street yang negatif juga berpotensi menahan pergerakan IHSG. Tokyo, Shanghai dan Seoul yang baru saja dibuka berada dalam teritori negatif.

Wall Street ditutup melemah moderat. Wall Street ditutup melemah dalam perdagangan semalam. Data ekonomi AS menunjukkan indeks kepercayaan konsumer turun menjadi 78,1 poin pada Februari dibandingkan bulan lalu sebesar 79,4 poin.

Advertisement

Sementara itu, Dolar melemah terhadap mata uang kawasan lainnya. Dari beberapa ekonom AS, setengah diantaranya tidak yakin terhadap pemulihan ekonomi AS dan kondisi ekonomi riil AS saat ini tidak linier dengan kondisi pasar saham Wall Street.

"Selain itu, mereka juga menganggap bursa AS sedang bubble setelah tahun 2013 kemarin reli 25 persen sehingga bisa jadi Wall Street akan turun signifikan sepanjang tahun 2014 ini," tutup Agus.

(mdk/noe)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.