Dibangun di Atas Tanggul Laut, Proyek Tol Semarang-Demak Harus Dikerjakan Hati-Hati
Pembangunan Tol Semarang-Demak akan dilakukan di atas tanggul laut dengan nilai investasi sebesar Rp 15,3 triliun. Tanggul laut sengaja dibangun guna mengantisipasi terjadinya banjir rob dan penurunan muka tanah atau land subsidence di kawasan sekitar.
Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) telah menetapkan konsorsium PT Pembangunan Perumahan (Persero) Tbk, PT Wijaya Karya (Persero) Tbk, dan PT Misi Mulia Metrical sebagai pemenang pelelangan pengusahaan Jalan Tol Semarang-Demak.
Pembangunan Tol Semarang-Demak akan dilakukan di atas tanggul laut dengan nilai investasi sebesar Rp 15,3 triliun. Tanggul laut sengaja dibangun guna mengantisipasi terjadinya banjir rob dan penurunan muka tanah atau land subsidence di kawasan sekitar.
Oleh karenanya, Kepala Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) Kementerian PUPR Danang Parikesit coba mengingatkan pihak konsorsium agar berhati-hati dalam menggarap proyek tol di atas tanggul laut tersebut.
"Khusus untuk faktor keselamatan konstruksi, saya mohon ini jadi perhatian penting. Apalagi posisi tanggulnya cukup tinggi," imbuh dia di kantornya, Jakarta, Jumat (19/7).
Selain itu, dia juga mengingatkan bahwa kondisi tanah yang ada di sana cukup lunak lantaran berada di pesisir laut, sehingga diperlukan penanganan khusus agar faktor keselamatan bisa tetap terjaga selama proses pembangunan.
"Termasuk di dalamnya kondisi tanah lunak yang barangkali perlu lebih baik untuk penanganannya," ujar Danang.
Sebagai informasi, pembangunan Tol Semarang-Demak menelan biaya investasi mencapai Rp 15,3 triliun dan ditargetkan berlangsung selama 2 tahun. Lahan yang dibutuhkan seluas 1.887.000 meter persegi, dan terbagi menjadi dua seksi, yakni Seksi I Kota Semarang dan Seksi ll Kabupaten Demak.
Pembangunan Jalan Tol Semarang-Demak ini juga nantinya akan turut melibatkan tenaga kerja lokal di bawah komando dari PT Pembangunan Perumahan (Persero) Tbk, PT Wijaya Karya (Persero) Tbk, dan PT Misi Mulia Metrical selaku pihak konsorsium.
"Meski proyek ini sepenuhnya diserahkan kepada tiga kontraktor, tapi kita juga mau melibatkan tenaga konstruksi Indonesia untuk bisa men-support kegiatan ini," tukas dia.
Reporter: Maulandy Rizky Bayu Kencana
Sumber: Liputan6.com
Baca juga:
Pemerintah Segera Lelang Proyek 7 Ruas Tol Baru Senilai Rp151 Triliun
Bangun KEK Rebana, Jabar Minta Pemerintah Percepat Pembangunan Tol Cisumdawu
Pemerintah Tetapkan Tarif Tol Semarang-Demak Mulai Rp1.124 per Km
Tingkatkan Pelayanan, PUPR Bakal Evaluasi Rest Area di Seluruh Jalan Tol
Meski Ada Insiden Kecelakaan Kerja, Pengerjaan Tol BORR Dijanjikan Tidak Tertunda
Jasa Marga Siapkan Sistem Pembayaran Tol Tanpa Berhenti