LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. UANG

Dibanding Terapkan Kenormalan Baru, Pemerintah Diminta Fokus Tekan Penyebaran Corona

Anggota Komisi V Dewan Perwakilan Rakyat, Irwan Fecho meminta pemerintah untuk fokus lebih dulu menurunkan angka penularan virus corona atau Covid-19. Menurutnya, ini lebih penting daripada harus menyiapkan kondisi new normal atau kenormalan baru.

2020-05-28 13:02:49
DPR
Advertisement

Anggota Komisi V Dewan Perwakilan Rakyat, Irwan Fecho meminta pemerintah untuk fokus lebih dulu menurunkan angka penularan virus corona atau Covid-19. Menurutnya, ini lebih penting daripada harus menyiapkan kondisi new normal atau kenormalan baru.

"Jika pemerintah mau menetapkan situasi new normal, seharusnya rezim ini tegas dan fokus menurunkan angka penularan Covid-19 di Indonesia yang bertambah secara eksponensial setiap harinya," katanya di Jakarta, Kamis (28/5).

Dia menekankan, saat ini kasus corona di Indonesia terus bertambah secara eksponensial setiap harinya. Jika ini terus terjadi maka belum saatnya untuk diterapkan kenormalan baru.

Advertisement

"Sampai, kemudian melewati puncak dan kurvanya terus turun melandai mendekati situasi normal sebelum pandemi. Itu baru tepat dikatakan new normal," ujar Irwan.

Lebih lanjut, politisi Fraksi Partai Demokrat tersebut menilai kebijakan Pemerintah berupa rencana relaksasi Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) maupun new normal itu semua dilakukan di saat tidak tepat. Menurut Irwan, kebijakan itu hanya bisa diterapkan manakala kecenderungan semua kurva Covid-19 turun melandai seperti halnya negara-negara lainnya.

"Sebaiknya, Pemerintah bersabar dan terus memperketat PSBB sampai kurva menurun dan kemudian memberlakukan new normal. Dan atas semua kekeliruan ini sebaiknya pemerintah legowo meminta maaf pada seluruh rakyat Indonesia," tandas dia.

Advertisement

Sebelumnya, Anggota Komisi XI Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Anis Byarwati menilai, kebijakan new normal atau kenormalan baru belum semestinya diberlakukan oleh pemerintah. Sebab, jumlah pertambahan kasus corona masih cukup tinggi.

Dia mengatakan, rata-rata ada sekitar 400 kasus positif virus corona bertambah setiap hari. Bahkan, pada tanggal 21 Mei lalu, terjadi peningkatan kasus positif corona sebanyak 973 orang.

"Saat ini saja, PSBB (Pembatasan Sosial Berskala Besar) belum bisa dikatakan efektif, masih banyak masyarakat beraktifitas keluar rumah tanpa masker atau tanpa jaga jarak," kata Anis saat mengomentari rencana pemberlakuan New Normal yang tengah disosialisasikan oleh pemerintah, di Jakarta.

Baca juga:
Kenormalan Baru, Kemenparekraf Siapkan Program Kebersihan di Tempat Wisata
PLN Siapkan Tiga Fase untuk Jalankan Prosedur Kerja New Normal
Pemkot Tangsel Godok Aturan Operasional Mal di Masa Pandemi
Rahmat Effendi Sebut Pembukaan Penuh Mal di Bekasi Tunggu New Normal DKI Jakarta
Sambut Kenormalan Baru, Jokowi Minta Ada Protokol Kesehatan di Sektor Pariwisata
KSPI Beberkan Kendala Penerapan Kenormalan Baru

(mdk/azz)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.