Dibanding ATM, Bank Mandiri Pilih Perbanyak Agen di Pedesaan
Bank Mandiri masih mengandalkan peran agen bank dalam menyalurkan kredit di wilayah yang belum terjangkau layanannya. Alih-alih memperbanyak mesin Anjungan Tunai Mandiri (ATM), Bank Mandiri akan fokus mengembangkan agen bank di desa-desa.
Bank Mandiri masih mengandalkan peran agen bank dalam menyalurkan kredit di wilayah yang belum terjangkau layanannya. Alih-alih memperbanyak mesin Anjungan Tunai Mandiri (ATM), Bank Mandiri akan fokus mengembangkan agen bank di desa-desa.
"Kami mulai ke depan akan mengutamakan ekonomi berbagi. Kalau kita bangun ATM, keuntungan untuk (bank) Mandiri semua. Tapi kalau dengan agen desa, keuntungan dibagi dua sehingga masyarakat juga dapat income tambahan dan lebih sejahtera," ujar Direktur Retail Bank Mandiri, Donsuwan, dalam paparannya saat acara Media Gathering Bank Mandiri di Bali, kemarin.
Sebagai informasi, agen bank membantu menyediakan layanan perbankan dan keuangan lainnya kepada masyarakat. Hingga Agustus 2109, Bank Mandiri telah memiliki 28.630 agen bank.
Selain itu, demi mengembangkan sektor pariwisata, Bank Mandiri juga memberikan pendampingan pengelolaan usaha kepada UMKM, contohnya memperkenalkan layanan digital untuk promosi dan pembayaran.
"Di Desa Kutuh, kami bekerjasama dengan Google Business untuk promosi di Google. Untuk pembayaran onlinenya nanti bisa melalui layanan online Bank Mandiri," ujar Donsuwan.
Reporter: Athika Rahma
Sumber: Liputan6
Baca juga:
Per Agustus 2019, Bank Mandiri Klaim Rasio Kredit Macet UMKM Turun jadi 2 Persen
Bank Mandiri Salurkan Rp 251 M ke 3.114 UMKM di 7 Destinasi Wisata Prioritas
VIDEO: BJ Habibie, Pemberi Nama Bank Mandiri
Hingga Agustus 2019, Bank Mandiri Salurkan KUR Rp2,48 Triliun
BJ Habibie, Pemberi Nama Pertama Bank Mandiri
Ada Kenaikan Tarif Listrik, Inflasi di 2020 Diprediksi Sentuh 3,5 Persen
Ekonomi RI Masih Lebih Baik Dibanding Malaysia Hingga Rusia