Di tahun ini, sampah plastik di laut Indonesia akan lebih banyak dari jumlah ikan
Staf Ahli Menteri Kelautan dan Perikanan (KKP) Bidang Ekologi dan Sumber Daya Laut, Aryo Hanggono, menegaskan pemerintah berkomitmen mengurangi sampah plastik di lautan dan kawasan perairan nasional. Saat ini, menurut dia, juga sedang disusun rancangan peraturan presiden tentang pengelolaan sampah plastik di laut.
Staf Ahli Menteri Kelautan dan Perikanan (KKP) Bidang Ekologi dan Sumber Daya Laut, Aryo Hanggono, menegaskan pemerintah berkomitmen mengurangi sampah plastik di lautan dan kawasan perairan nasional.
Sebab, sejumlah kajian menunjukkan bahwa bila tidak ada perubahan signifikan, maka dalam 2025 kawasan perairan atau lautan di Indonesia akan terdiri dari komposisi tiga banding satu untuk sampah berbanding ikan. Bahkan, pada 2050, bisa saja jumlah sampah tersebut melampaui stok ikan yang ada.
"Pemerintah akan mengurangi sampah plastik hingga 70 persen pada tahun 2025," katanya seperti dikutip Antara di Jakarta, Kamis (8/3).
Saat ini, menurut dia, juga sedang disusun rancangan peraturan presiden tentang pengelolaan sampah plastik di laut sebagai regulasi yang bakal mengoordinasikan antara pemerintah tingkat pusat dan pemda.
Aryo mengingatkan bahwa, sebagai perbandingan, bila kulit pisang sudah bisa terdegradasi atau terurai dalam dua pekan. Sementara, kantong plastik terurai antara 10-20 tahun, sedangkan botol plastik ada yang baru terurai hingga ratusan tahun lamanya.
Direktur Eksekutif Yayasan Kehati MS Sembiring mengingatkan bahwa Indonesia memiliki biodiversitas tertinggi di dunia.
Baca juga:
Menteri Susi terbitkan buku saku panduan membawa Indonesia jadi poros maritim dunia
4 Fakta di balik lobster RI usai penyelundupan 71.982 benih Rp 30 miliar digagalkan
Ekspor mobil Indonesia terancam lesu usai Vietnam terapkan aturan impor baru
Per 2017, nilai investasi kelautan dan perikanan capai Rp 4,03 triliun
Kapal navigasi Edam buatan anak bangsa berlayar perdana di laut Jakarta
Berkat Deklarasi Djuanda, Indonesia jadi negara kepulauan revolusioner
Kisah Susi Pudjiastuti selamatkan uang negara Rp 8,4 T hingga dicap menteri berbahaya