Di New York, Wapres JK Tegaskan Pentingnya Pembangunan Sektor Kelautan Berkelanjutan
JK menyampaikan bahwa saat ini laut tengah menghadapi berbagai tantangan seperti IUU Fishing dan dampak perubahan iklim. Padahal, laut berpotensi sebagai sumber kesejahteraan dunia.
Wakil Presiden, Jusuf Kalla (JK) didampingi Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti menjadi delegasi RI menghadiri High Level Panel for a Sustainable Ocean Economy (HLP) yang merupakan rangkaian Sidang Umum PBB ke-74 di Markas Besar PBB, New York di Amerika Serikat.
Dalam kesempatan itu, JK menyampaikan bahwa saat ini laut tengah menghadapi berbagai tantangan seperti IUU Fishing dan dampak perubahan iklim. Padahal, laut berpotensi sebagai sumber kesejahteraan dunia.
"Bagi Indonesia, kita tidak punya pilihan lain kecuali menyelamatkan laut kita bersama," tutur dia dalam keterangan resmi Minggu (29/9).
JK mendorong agar seluruh negara berkoalisi, baik di tingkat regional maupun global, untuk mewujudkan laut yang lebih sehat dan produktif demi kesejahteraan bersama.
Wapres JK berharap, koalisi antar negara yang terbentuk dapat melakukan kebijakan konkret untuk mewujudkan ekonomi kelautan yang berkelanjutan.
"Kita harus menjaga keseimbangan antara mempertahankan pertumbuhan ekonomi dan melindungi daya dukung ekosistem laut agar sumber daya kelautan dapat berkelanjutan bagi kita semua dan masa generasi mendatang," ujarnya.
Dia pun menyampaikan 3 prioritas yang disoroti Indonesia untuk mengelola laut secara berkelanjutan.
"Pertama, kami mendorong aksi global untuk mengatasi sampah plastik di laut. Indonesia, dalam hal ini telah mengurangi 20 persen sampah plastik pada tahun 2019, dari target keseluruhan sebesar 75 persen pada tahun 2025," tutur JK di hadapan delegasi 14 negara yang hadir.
Kedua, Indonesia mendorong agar pengelolaan ikan yang berkelanjutan diperkuat. Komitmen untuk memberantas IUU Fishing dan kejahatan perikanan terorganisir transnasional (TOC) harus dipertegas. Kolaborasi lintas batas yang kuat antara negara-negara ASEAN dan Pasifik adalah sebuah keharusan.
"Ketiga, kita harus mengarusutamakan laut dalam negosiasi perubahan iklim, termasuk dalam Konvensi Kerangka Kerja Perubahan Iklim PBB (UNFCCC). Indonesia menekankan pentingnya pengelolaan berkelanjutan terhadap mangrove dan lahan gambut," tambahnya.
Reporter: Bawono Yadika
Sumber: Liputan6.com
Baca juga:
Menteri Susi Curhat Pelaku Pencurian Ikan Kerap Mau Suap Anggota Satgas 115
Menteri Susi Harap Satgas 115 Dipertahankan di Kabinet Jokowi Jilid II
KKP Nilai Masalah Perizinan Kelautan Kerap Timbulkan Konflik
Terumbu Karang 1.700 Meter Persegi Dilaporkan Rusak, Ini kata Pengelola Karimunjawa
Dihantam Tongkang, Terumbu Karang Seluas 1.700 Meter Persegi di Karimunjawa Rusak
Hutan Bakau di Pesisir Marunda Memprihatinkan