LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. UANG

Di Depan Jokowi, Bos BEI Sebut Pasar Modal RI Masih Positif

Direktur Utama Bursa Efek Indonesia (BEI) Inarno Djajadi menghadiri acara CEO Networking 2018 yang turut dihadiri oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi). Dalam acara tersebut, dia mengatakan, pasar modal Indonesia mencatatkan kinerja yang baik meski dihempas oleh sentimen ketidakpastian global.

2018-12-03 10:27:55
BEI
Advertisement

Direktur Utama Bursa Efek Indonesia (BEI) Inarno Djajadi menghadiri acara CEO Networking 2018 yang turut dihadiri oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi). Dalam acara tersebut, dia mengatakan, pasar modal Indonesia mencatatkan kinerja yang baik meski dihempas oleh sentimen ketidakpastian global.

"Acara ini dalam rangka HUT pasar modal dengan tujuan untuk meningkatkan sinergi dan bertukar pikiran antara perusahaan dan pemerintah. Meski dinamika ekonomi global dan domestik mempengaruhi pasar modal indonesia, namun pasar modal mencatatkan kinerja yang baik," ucapnya di Ritz Carlton, Jakarta, Senin (3/12).

Inarno menjelaskan, kepercayaan investor pun bertambah di pasar modal. Itu antara lain disebabkan adanya beberapa upaya yang telah dilakukan oleh pihak BEI.

Advertisement

"Sepanjang 2018, 53 perushaan go public, ini pencapaian tertinggi sejak berdiri 1998 serta pasar modal tertinggi di asia. BEI juga mengembangkan idx incubator untuk mendukung startup-startup di indonesia. Semua sinergi ini telah mewujudkan peningkatan pasar ekonomi di Indonesia," jelasnya.

Sementara itu, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution menjelaskan, Indonesia memang cukup baik merespon ketidakpastian global yang terjadi. Pertumbuhan ekonomi dapat dijaga dalam rentang yang terukur ditengah gejolak yang ada.

"Di tengah gejolak dan tekanan ekonomi dunia, Indonesia terlihat dan bisa ditandai dengan jelas bahwa ekonomi kita mampu bertahan dengan baik. Pertumbuhan ekonomi secara year-to-date itu mencapai 5,17 persen atau lebih tinggi dari tahun sebelumnya walaupun ada gejolak dan tekanan," kata dia.

Advertisement

Pemerintah pun terus berkomitmen mendorong perekonomian dalam negeri. Salah satunya melalui pembangunan sumber daya manusia (SDM) pada tahun depan.

"Pemerintahan Jokowi-JK memperkenalkan pendekatan yang agak berbeda dengan beberapa tahun terakhir ini. Kebijakan utama ditekankan pada suply side yakni infrastruktur, SDM, pertahanan, itu adalah suply side," jelasnya.

"Dan pada tahun depan bapak presiden memerintahkan memperbaiki SDM Indonesia, kalo itu bisa kita jalankan, maka perbaikan dari suply side itu bisa jadi basis kita untuk keluar dari jebakan middle income trap," tandasnya.

Reporter: Bawono Yadika

Sumber: Liputan6.com

Baca juga:
Mandiri Tunas Finance Targetkan Rp 1 Triliun Lewat Penawaran Obligasi
Per Oktober, Adhi Karya Catatkan Kontrak Baru Senilai Rp 12,6 Triliun
BEI: Implementasi T+2 Sukses, Jadi Tonggak Sejarah Pasar Modal Indonesia
Buka 15 Gerai Baru, LUCK Investasikan Rp 44 Miliar di 2019
IPO, Saham Sentral Mitra Informatika Dibuka Naik 49,65 Persen

(mdk/azz)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.