LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. UANG

Di Aceh, perusahaan China investasi USD 5 miliar untuk sektor energi terbarukan

Pemerintah Aceh telah menandatangani dokumen kontrak kerja sama dengan perusahaan China Huadian HongKong Co. Perusahaan asal Tirai Bambu tersebut akan menanamkan investasi hingga USD 5 miliar di sektor energi terbarukan di Aceh.

2017-09-29 09:56:04
Energi Baru Terbarukan
Advertisement

Pemerintah Aceh telah menandatangani dokumen kontrak kerja sama dengan perusahaan China Huadian HongKong Co. Perusahaan asal Tirai Bambu tersebut akan menanamkan investasi hingga USD 5 miliar di sektor energi terbarukan di Aceh.

Kepala Biro Humas Pemerintah Aceh, Mulyadi Nurdin mengatakan, proses penandatanganan kontrak kerja sama ini telah dilakukan pada Rabu (27/9) di Jakarta. Turut hadir pada acara tersebut Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Aceh. Gubernur Aceh Irwandi Yusuf, turut menandatangani sebagai saksi rencana investasi di Aceh yang difokuskan pada tenaga Hydro.

"Kata Gubernur Aceh perusahaan China Huadian HongKong Co, Ltd sejauh ini telah berhasil menginvestasikan dan membangun Proyek Pembangkit Listrik Tenaga Air Asahan No.1, Pembangkit Listrik Tenaga Uap Batubara Lafarge Lhoknga, Proyek Pembangkit Listrik Tenaga Uap Batam, Proyek Pembangkit Listrik Tenaga Uap Bali di Indonesia," kata Mulyadi Nurdin, Jumat (29/9) di Banda Aceh.

Advertisement

Selain itu, lanjut Mulyadi Nurdin, CHD merupakan perusahaan yang saat ini berinvestasi di sejumlah negara seperti Rusia, AS, Peru dan Bangladesh.

Katanya, platform investasi internasional dimiliki sepenuhnya oleh China Huadian HongKong Co, Ltd. Mereka memiliki keahlian dalam pembiayaan pembangunan dan pengoperasian pembangkit listrik tenaga batubara, pembangkit listrik tenaga air, pembangkit tenaga angin dan matahari, dan sangat ingin memperluas usahanya di Indonesia.

Lebih lanjut Mulyadi menjelaskan, MoU tersebut bertujuan untuk mengembangkan kapasitas listrik di Aceh sekitar 2.000 MW dengan total investasi sekitar USD 5 miliar.

Advertisement

"Namun jika ada kebutuhan yang lebih tinggi di Aceh, nilai investasi ini dapat ditingkatkan, karena MoU ini sifatnya umum," ujarnya.

Untuk diketahui, China Huadian Corporation adalah satu dari lima produsen listrik nasional yang sepenuhnya dimiliki oleh negara dan diatur oleh Komisi Pengawasan Aset dan Administrasi Negara Dewan Negara China. Dengan kapasitas operasi di seluruh dunia sebesar 143 GW dan total pendapatan USD 27 miliar, CHD berada di peringkat 331 di Fortune 500 pada 2016.

Baca juga:
Jurus Jonan kejar penggunaan EBT untuk kelistrikan
Di HUT Pertambangan dan Energi ke-72, pemerintah berkomitmen kembangkan EBT
Melihat lebih dekat PLTS di Inggris yang beroperasi tanpa dana subsidi
Oktober, Menteri Jonan sebut akan ada perjanjian listrik EBT baru capai 300 MW
Pemerintah pasang panel surya di 2.000 desa yang belum terlistriki

(mdk/idr)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.