Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Jurus Jonan kejar penggunaan EBT untuk kelistrikan

Jurus Jonan kejar penggunaan EBT untuk kelistrikan Menteri ESDM Ignasius Jonan. ©2017 Merdeka.com/Desi Aditia Ningrum

Merdeka.com - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ignasius Jonan mengatakan pemerintah akan memaksimalkan pemanfaatan energi baru dan terbarukan (EBT) untuk kelistrikan di Tanah Air. Hal ini untuk mengejar target penggunaan EBT sebesar 23 persen di 2025 sebagai sumber bahan bakar pembangkit listrik.

"Target pemerintah sudah jelas, EBT dalam bauran energi sebesar 23 persen pada 2025. Yang terbaru adalah energi arus laut," ujar Jonan, di kantornya, Kamis (28/9).

Potensi energi arus laut atau Ocean Thermal Energy Conversion (OTEC) di Indonesia mencapai 41 Gigawatt (GW) dan merupakan yang terbesar di dunia. Energi arus laut tersebar di beberapa kawasan di Indonesia, yakni Sumatera, Selatan Jawa, Sulawesi, Maluku Utara, Bali, dan Nusa Tenggara Timur (NTT).

Khusus di NTT, pemerintah telah mendapatkan penawaran kerja sama dari salah satu pengembang listrik arus laut dari Belanda. "Pemerintah siap bangun hingga 20 MW asalkan harganya sesuai, sehingga nantinya harga jual listrik tidak membebankan masyarakat," kata Jonan.

Tantangan terbesar dalam mengejar target, lanjutnya adalah penerapan EBT untuk sektor transportasi. Seperti Bahan Bakar Gas (BBG) dan mobil listrik.

"BBG sudah diwajibkan. SPBU tertentu harus pasang satu nozzle gas," tegasnya.

Dengan langkah tersebut, diharapkan bisa mendorong penggunaan arus listrik. "Mudah-mudahan pencapaiannya bisa total. Kami juga menyarankan agar disusun undang-undang penggunaan EBT pada kendaraan," jelasnya.

(mdk/sau)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP