Deretan Program Ini Jadi Fokus Kementerian ESDM di 2021
Menteri Energi Sumber Daya dan Mineral (ESDM) Arifin Tasrif mengatakan, pemerintah tetap melanjutkan proyek listrik 35 megawatt (MW), meski permintaan listrik di 2020 menurun akibat pandemi. Sebab program ini telah berkontrak komitmen dan harus dipenuhi.
Menteri Energi Sumber Daya dan Mineral (ESDM) Arifin Tasrif mengatakan, pemerintah tetap melanjutkan proyek listrik 35 megawatt (MW), meski permintaan listrik di 2020 menurun akibat pandemi. Sebab program ini telah berkontrak komitmen dan harus dipenuhi.
"Demain listrik menurun ini disebabkan Covid-19 dan kita harapkan tahu depan (2021) bisa recovery," kata Arifin di Jakarta, Kamis (7/1).
Hanya saja saat ini sedang dilakukan upaya negosiasi lantaran pihak yang terlibat terdampak pandemi virus corona. "Masalahnya sekarang kita melakukan upaya negosiasi kembali karena semua pihak terkena dampak Covid-19," imbuhnya.
Selain itu, pemerintah saat ini tengah mendorong penggunaan kendaraan listrik berbasis. Program ini dilakukan juga sebagai upaya untuk menumbuhkan permintaan konsumsi listrik. Selain kendaraan motor roda dua dan roda empat, pemerintah juga merencanakan program kompor listrik.
"Ini bisa ditingkatkan pemakaiannya, kita sempurnakan transisinya," jelasnya
Pemerintah juga akan terus melakukan pembangunan pembangkit listrik bahan baku diesel. Tujuannya agar bisa mempercepat pengadaan listrik di daerah-daerah yang terdepan, tertinggal dan terluar.
Baca juga:
Menteri ESDM Janji Maksimalkan Semua Potensi Energi di Indonesia
ESDM Catat Program BBM Satu Harga Terealisasi di 253 Lokasi Hingga Akhir 2020
Imbas Pandemi, Investasi Sektor ESDM Turun Jadi USD 24,4 Miliar di 2020
Penyerapan Anggaran ESDM di 2020 Capai 93,8 Persen, Terbesar dalam 11 Tahun
Harga Batu Bara Naik Menjadi USD75,84 Per Ton Dipicu Pemulihan Ekonomi China
Pemerintah Perpanjang Stimulus Listrik Hingga Maret 2021