Dekranasda Gianyar Tingkatkan Daya Saing Produk Perak dan Fesyen UMKM Lokal
Dekranasda Gianyar berupaya meningkatkan daya saing produk perak dan fesyen UMKM setempat melalui kompetisi desain, memastikan keberlanjutan usaha serta melestarikan wastra dan perak Bali.
Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kabupaten Gianyar, Bali, aktif meningkatkan daya saing produk kerajinan perak dan fesyen. Upaya ini menyasar pelaku usaha mikro kecil menengah (UMKM) setempat demi mendukung keberlanjutan usaha serta mendorong pertumbuhan ekonomi kreatif di wilayah tersebut.
Langkah strategis ini diwujudkan melalui penyelenggaraan kompetisi desain perak dan fesyen yang inovatif. Kompetisi tersebut bertujuan untuk menggali kreativitas desainer lokal, sekaligus melestarikan kekayaan wastra dan perak Bali yang merupakan warisan budaya berharga.
Ketua Dekranasda Gianyar, Surya Adnyani Mahayastra, menyatakan bahwa inisiatif ini sangat penting untuk memperkuat identitas daerah. Gianyar telah dikenal sebagai World Craft City, sebuah pengakuan global atas kekayaan kriya yang mendunia, termasuk perak Celuk dan wastra tradisional.
Inovasi Desain untuk Wastra dan Perak Bali
Kompetisi desain yang digelar Dekranasda Gianyar berhasil menjaring 14 perancang busana dan 10 perancang perhiasan perak sebagai finalis. Para peserta ditantang untuk menciptakan karya yang inovatif, namun tetap berakar kuat pada nilai-nilai budaya dan kearifan lokal.
Para perancang busana diwajibkan mengembangkan desain siap pakai dengan memanfaatkan tenun tekstil tradisional Bali yang otentik. Kain-kain seperti songket, endek, dan gringsing menjadi bahan utama yang harus diproduksi langsung di Bali, memastikan keaslian dan kualitas produk.
Rancangan busana tersebut harus memiliki karakter kuat, fungsional untuk penggunaan sehari-hari, serta mudah dirawat dan nyaman dipakai. Selain itu, desain juga harus menonjolkan nilai estetika tinggi dan identitas budaya Bali yang khas, sehingga dapat menarik pasar yang lebih luas.
Sementara itu, perancang perak diberikan kebebasan penuh untuk mengeksplorasi kreativitas desain mereka. Namun, mereka harus tetap menekankan unsur budaya Bali dan elemen khas Gianyar, yaitu bunga padma, dalam setiap karyanya, memberikan sentuhan lokal yang unik.
Memperkuat Identitas World Craft City Gianyar
Desa Celuk, yang terletak di Kabupaten Gianyar, merupakan salah satu sentra kerajinan perak terkemuka di Pulau Dewata. Kerajinan perak dari Celuk telah lama diminati oleh wisatawan domestik maupun mancanegara, menjadikannya ikon pariwisata dan ekonomi kreatif.
Dekranasda Gianyar bertekad untuk memperkuat posisi daerah sebagai World Craft City yang diakui secara global. Pengakuan ini didasarkan pada kekayaan kriya yang luar biasa, meliputi perak Celuk, ukiran kayu, topeng, serta beragam wastra tradisional Bali yang memukau.
Melalui program ini, Dekranasda berharap generasi muda dapat lebih terlibat aktif dalam pelestarian dan inovasi budaya lokal. Keterlibatan mereka diharapkan mampu mendorong pengembangan industri kreatif berbasis kerajinan dan wastra agar bisa bersaing di tingkat nasional dan internasional.
Puncak kompetisi perak dan busana ini akan diadakan pada tanggal 12 April 2026. Acara bergengsi tersebut akan dirangkaikan dengan perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-255 Kota Gianyar di Balai Budaya Gianyar, menjadi momen penting bagi para pelaku industri kreatif dan masyarakat luas.
Sumber: AntaraNews