LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. UANG

Defisit Neraca Perdagangan Januari 2019 Akibat Pelemahan Ekspor Imbas Perang Dagang

Menteri Koordinator Perekonomian, Darmin Nasution, mengatakan penurunan ekspor Indonesia cenderung dipengaruhi oleh perang dagang antar negara tujuan ekspor Indonesia. Selain itu, kondisi ekonomi negara tujuan ekspor turut mempengaruhi. Kebijakan India mengenakan tarif impor yang tinggi pada CPO turut mempengaruhi.

2019-02-15 14:54:01
Neraca Perdagangan
Advertisement

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, neraca perdagangan Indonesia mengalami defisit USD 1,16 miliar pada Januari 2019. Defisit tersebut salah satunya disebabkan oleh turunnya ekspor Indonesia di awal tahun.

Menteri Koordinator Perekonomian, Darmin Nasution, mengatakan penurunan ekspor Indonesia cenderung dipengaruhi oleh perang dagang antar negara tujuan ekspor Indonesia. Selain itu, kondisi ekonomi negara tujuan ekspor juga turut mempengaruhi.

"Itu lebih cenderung karena ekspor kita terutama nomor satu ke China, nomor dua AS, tiga Jepang, empat Eropa atau India. China, termasuk AS, pertumbuhan ekonomi dan perdagangannya turun, jadi kita terpengaruh langsung dengan perang dagang itu," ujar Menko Darmin di Kantornya, Jakarta, Jumat (15/2).

Advertisement

Menko Darmin menjelaskan, selain karena perang dagang, kebijakan India mengenakan tarif impor yang tinggi terhadap crude palm oil (CPO) milik Indonesia turut melemahkan eskpor Indonesia.

"Kemudian pada waktu yang sama, India juga sedang kerjain kita di CPO, jadi bukan karena kita sudah lewati puncak dari kemampuan ekspor kita, tapi karena perkembangan dunianya cepat sekali," jealsnya.

Mantan Direktur Jenderal Pajak tersebut menambahkan, perlu waktu mencari strategi baru untuk membuat ekspor Indonesia kembali bergeliat. Mengingat saat ini, ekonomi China diprediksi masih akan melambat.

Advertisement

"Mungkin apakah akan lebih melambat, itu belum tahu. Tapi rasanya justru kalau ekonomi China di 6,5 persen itu bisa lebih stabil. Kemudian kita memang mestinya, produk yang kita ekspor ke China, tidak mudah dialihkan ke negara lain, karena itu hasil pertambangan dan perkebunan," tandasnya.

Baca juga:
Defisit Migas Tahunan di Januari Turun, Pemerintah Klaim Efek B20
Data BPS: Defisit Neraca Perdagangan Januari Terparah Sejak 2014
BPS: Defisit Perdagangan Indonesia Melebar Jadi USD 1,16 Miliar di Januari 2019
Pemerintah Tingkatkan Investasi Ekspor Perbaiki Defisit Perdagangan
Impor Minyak Mentah dan BBM Jadi Penyebab Utama Defisit Neraca Perdagangan
Ini Penyebab Defisit Neraca Perdagangan Versi Faisal Basri
Ini yang Harus Dilakukan Pemerintah Perbaiki Neraca Perdagangan di 2019

(mdk/bim)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.