Darmin sebut proyek infrastruktur picu lonjakan utang luar negeri
Per Februari lalu, utang luar negeri Indonesia sebesar USD 321,70 miliar.
Menteri Koordinator Perekonomian Darmin Nasution beralasan tingginya kebutuhan pembiayaan infrastruktur memicu lonjakan utang luar negeri.
"Begini, kami itukan membangun infrastruktur banyak sekali. Kami usahakan mayoritas swasta, BUMN, dan APBN. Tapi nggak cukup juga pengeluaran negara untuk infrastruktur," ujar Darmin seusai menggunakan hak untuk memilih gubernur DKI Jakarta, di TPS Liga Mas Pancoran, Rabu (19/4).
Dia menjelaskan, pemerintah tengah fokus menggenjot pembangunan infrastruktur. Ini bertujuan untuk menggerakan perekonomian rakyat
"Sudah bertahun-tahun pembangunan infrastruktur nggak jalan atau jalan tapi sangat lambat, nggak memadai. Akibatnya ekonomi rakyat enggak bergerak," katanya.
"Itu sebabnya perlu percepatan pembangunan infrastruktur. Apa boleh buat itu perlu biaya. Tapi sekali investasi, terpakainya 20-30 tahun."
Bank Indonesia mencatat, per Februari lalu, utang luar negeri sebesar USD 321,70 miliar. Naik dibanding Januari 2017 dan Desember 2016, masing-masing USD 320,92 miliar dan USD 316,78 miliar.
Dari utang sebesar itu, sebanyak USD 158,16 miliar merupakan pinjaman pemerintah dan Bank Indonesia (USD 3,8 miliar).
Sisanya, USD 159,73 miliar, utang swasta. Terdiri dari utang perbankan USD 29,31 miliar dan nonperbankan USD 130,42 miliar.
Baca juga:
Singapura terbesar beri utang ke RI, tembus Rp 674 triliun
Utang global 2016 capai USD 215 triliun, didominasi negara maju
4 Bukti Singapura sangat berarti untuk ekonomi Indonesia
Pembangunan infrastruktur Indonesia tak bisa lepas dari jerat utang
Singapura masih jadi raja pemberi utang ke RI, totalnya Rp 677 T
Awal 2017, utang luar negeri Indonesia meroket jadi Rp 4.274 triliun