Dari target Rp 1.318 triliun, pendapatan pajak baru Rp 634,5 triliun
Pemerintah masih optimis akan mencapai target pajak hingga akhir tahun.
Direktorat Jenderal Pajak Kementerian Keuangan mencatat penerimaan pajak hingga 13 September 2016 mencapai Rp 634,5 triliun. Jumlah tersebut masih jauh dari target yang ditetapkan dalam APBN-P 2016 yakni sebesar Rp 1.318,9 triliun.
Direktur Potensi Kepatuhan dan Penerimaan Pajak, Yon Arsal merinci, total penerimaan tersebut didapat dari PPN dan PPnBM sebesar Rp 240,1 triliun, Pajak Bumi Bangunan (PBB) Rp 15,2 triliun, PPh non-migas sebesar Rp 374 triliun dan pajak lainnya sebesar Rp 5,4 triliun.
"Pertumbuhan terbesar ada di PPh non-migas 8,32 persen dibanding tahun lalu," ujarnya di kantor pusat Direktorat Jenderal Pajak, Jakarta, Kamis (14/9).
"Kalau PPN secara umum masih negatif pertumbuhannya -1,5 persen. Hal ini tidak terlepas dari pertumbuhan negatif PPN impor -39,2 persen."
Meski demikian, Yon optimis target pajak yang telah ditetapkan dalam APBN-P akan tercapai. Optimisme ini muncul karena pada bulan Mei sampai Juli pertumbuhan pajak mengalami peningkatan yang baik.
"Mudah-mudahan ini bisa berlanjut hingga akhir tahun sehingga bisa tercapai (targetnya)," tandasnya.
Baca juga:
Tolak pemeriksaan Ditjen Pajak, Google terindikasi tindak pidana
DJP: Di dunia, baru Inggris yang berhasil pajaki Google
Tommy Soeharto: Tak perlu ragu ikut program Tax Amnesty
Ikut Tax Amnesty, Tommy Soeharto sebut mudahkan pengembangan bisnis
Tommy Soeharto sambangi kantor pajak ikut Tax Amnesty