Dampak Ekonomi Program MBG Jambi: Perputaran Miliaran Rupiah untuk Petani Lokal
Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digagas Presiden Prabowo memberikan dampak ekonomi signifikan di Provinsi Jambi, dengan perputaran dana miliaran rupiah yang langsung mengalir ke petani, peternak, dan pelaku usaha lokal, sekaligus menggerakkan roda
Pemerintah Provinsi Jambi mengapresiasi Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digelorakan oleh Presiden Prabowo. Program ini dinilai mampu memberikan dampak positif terhadap perputaran ekonomi di daerah. Selain itu, MBG juga menciptakan pasar yang jelas bagi petani, peternak, serta pelaku usaha lokal.
Gubernur Jambi Al Haris menyatakan bahwa produk pertanian dan peternakan kini lebih banyak terserap di dalam daerah. Sebelumnya, banyak produk yang dijual ke luar daerah, namun sekarang cukup di Jambi saja sudah terserap. Hal ini tentu sangat membantu perekonomian daerah.
Manfaat program ini sangat luas, termasuk mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat daerah. Pernyataan tersebut disampaikan Al Haris dalam rapat Konsolidasi Pelaksanaan MBG bersama Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) di Jambi, Sabtu.
Penguatan Ekonomi Lokal Melalui Program MBG
Dari 205 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang ada di Jambi, umumnya pasokan bahan makanan untuk dapur dipenuhi dari petani dan pelaku usaha lokal. Ini menunjukkan komitmen program dalam memberdayakan ekonomi masyarakat setempat.
Sekretaris Daerah Provinsi Jambi Sudirman menjelaskan bahwa rapat konsolidasi ini menjadi momentum evaluasi dan perbaikan kinerja seluruh pihak yang terlibat. Pemerintah daerah bersama seluruh pihak terkait akan terus mendorong penguatan rantai pasok melalui pemberdayaan masyarakat.
Dorongan tersebut diwujudkan melalui pemberdayaan pertanian perkotaan (urban farming) dan penggunaan ruang kosong di rumah (rooftop gardening). Inisiatif ini penting untuk menjamin ketersediaan bahan pangan bagi SPPG, termasuk mengembangkan desa tematik di lingkungan tertentu untuk mendukung program makan bergizi.
Melalui konsolidasi ini, diharapkan pelaksanaan program MBG di Provinsi Jambi semakin optimal, tepat sasaran, serta memberikan dampak nyata terhadap peningkatan gizi masyarakat dan kesejahteraan ekonomi daerah.
Perputaran Anggaran dan Penyerapan Tenaga Kerja
Wakil Kepala BGN, Sony Sanjaya, menjelaskan bahwa di Provinsi Jambi terdapat 446.087 penerima manfaat MBG. Program ini melibatkan 545 supplier dalam rantai pasok.
Estimasi perputaran anggaran mencapai Rp7,2 miliar di seluruh kabupaten/kota. Dana ini diserap dalam bentuk upah bagi 9.635 tenaga kerja sebesar Rp963,5 juta, dengan hitungan upah sebesar Rp100 ribu per hari.
Selain itu, Rp881,5 juta dialokasikan untuk operasional air minum, gas, bahan bakar minyak (BBM), dan perlengkapan pendukung. Sementara itu, Rp4,1 miliar digunakan untuk belanja bahan pangan lokal seperti beras, daging ayam, telur, buah, dan sayur.
Sony menegaskan bahwa uang tersebut sepenuhnya mengalir di tingkat bawah karena SPPG berada di desa-desa. Dana ini masuk ke petani, peternak, pedagang beras, penjual ayam, telur, buah, dan sayur, sehingga secara langsung menggerakkan ekonomi rakyat.
Jaminan Kualitas dan Pencegahan Penyimpangan
Untuk mencegah terjadinya penyimpangan dalam pengelolaan rantai pasok, termasuk praktik rekayasa koperasi atau pengadaan yang tidak sesuai ketentuan, Satgas MBG kabupaten/kota diminta memastikan SPPG benar-benar menyerap produk lokal. Langkah ini krusial untuk menjaga integritas program.
Sony juga mengingatkan bahwa sasaran utama program MBG adalah ibu hamil, ibu menyusui, dan balita dalam seribu hari pertama kehidupan. Setelah itu, program akan menjangkau peserta didik secara luas.
Guna menjaga kualitas layanan, BGN akan menerapkan sistem evaluasi berbasis aplikasi mulai pekan depan. Penerima manfaat dapat memberikan penilaian terkait ketepatan waktu distribusi, aroma dan rasa makanan, variasi menu, hingga kesesuaian standar operasional prosedur (SOP).
Langkah ini dilakukan untuk mencegah kejadian menonjol akibat pelanggaran SOP serta memastikan pelaksanaan MBG tetap sesuai standar yang telah ditetapkan.
Sumber: AntaraNews