Dalam 9 bulan, nasabah mikro BRI bertambah satu juta
"Jumlah nasabah tumbuh signifikan menjadi 8,6 juta nasabah dari 7,6 juta nasabah," ujar Asmawi.
PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk tercatat telah mencetak satu juta nasabah baru dalam kurun waktu 9 bulan. Nasabah tersebut berasal dari segmen usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM).
Direktur Utama BRI, Asmawi Syam mengatakan, meningkatnya jumlah nasabah tersebut turut mendongkrak kredit mikro yang disalurkan BRI sebesar Rp 170,2 triliun menjadi Rp 204,8 triliun atau naik 20,3 persen.
"Jumlah nasabah tumbuh signifikan menjadi 8,6 juta nasabah dari 7,6 juta nasabah," ujar Asmawi di kantornya, Jakarta, Selasa (25/10).
Secara keseluruhan, portofolio kredit BRI tumbuh 16,3 persen menjadi Rp 603,5 triliun. Angka ini masih di atas rata-rata pertumbuhan industri yang hanya tumbuh 6,8 persen.
Kenaikan penyaluran kredit masih didominasi segmen kredit mikro sebesar Rp 435,2 triliun atau tumbuh 14,8 persen, dengan komposisi penyaluran kredit ke segmen tersebut 72,1 persen dari seluruh penyaluran kredit. "Kami prediksi akhir tahun doubel digit sekitar 13 persen," ungkap Asmawi.
Pertumbuhan kredit juga diimbangi dengan rasio kredit terhadap Dana Pihak Ketiga (LDR) sebesar 90,7 persen dan rasio kredit bermasalah (NPL) sebesar 0,6 persen serta NPL gros 2,2 persen.
"Kami tetap meningkatkan portofolio kredit secara selektif dan prudent sesuai dengan kondisi perekonomian dengan kisaran target 13-15 persen," ucapnya.
Sementara dari sisi pendanaan, tercatat Dana Pihak Ketiga (DPK) hingga akhir September tumbuh 8,8 persen menjadi Rp 665,5 triliun.
Total DPK tersebut berasal 57,6 persen dalam bentuk dana murah atau CASA yang tumbuh 11,7 persen menjadi Rp 383,4 triliun. Sementara 42,4 persen dalam bentuk deposito yang tumbuh 5,3 persen menjadi Rp 282,1 triliun.
Baca juga:
Laba BRI triwulan III-2016 tembus Rp 18,6 triliun
Bos BRI: Acuan penurunan suku bunga bukan hanya dari LPS
Hingga Agustus 2016, penyaluran KUR BRI capai Rp 48 T
Menteri Rini tunjuk petinggi BRI dan AP II jadi direksi anyar ASDP
Sinergi Bank BUMN, pengadaan satu ATM bisa hemat Rp 75 juta