LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. UANG

Dahlan Iskan sedih mobil listrik sulit terwujud

"Saya menangis karena sulit sekali peraturannya," ucap Dahlan Iskan.

2014-05-02 09:40:00
Dahlan Iskan
Advertisement

Mimpi Menteri BUMN Dahlan Iskan agar Indonesia memiliki mobil listrik tampaknya sulit terwujud. Dahlan mengaku sedih jika membicarakan perkembangan nasib mobil listrik.

Padahal, prototipe mobil listrik yang dia siapkan dengan bantuan tim Putra Petir sudah selesai dibuat. Tetapi, hingga saat ini Kementerian Perhubungan belum juga menerbitkan izin uji kelaikan untuk mobil ini. juga mengeluarkan izin uji kelaikan di jalan raya untuk mobil tanpa polusi tersebut.

"Saya kalau ditanya mobil listrik, Anda harus menyiapkan tisu untuk saya. Saya menangis karena sulit sekali peraturannya," ucap Dahlan di markas Slank, Jakarta, Kamis (1/5).

Advertisement

Dahlan mengaku tidak berani menguji mobil listrik di jalanan tanpa izin. Selain itu, jika izin tak juga diberikan maka mobil listrik hanya akan menjadi sampah di jalanan. 

Dia juga sadar mobil listrik merupakan kebutuhan dunia di masa depan. Jika tidak dikembangkan, dapat dipastikan Indonesia akan dibanjiri mobil listrik impor.

"Mobil listrik masa depan 15 tahun lagi. Kalau kita tidak menyiapkan diri dari sekarang, kita akan diserbu mobil listrik asing dan kita jadi konsumen lagi. Mobil listrik kita sudah siap, tapi sampai sekarang saya tidak berani di jalan raya karena izin tidak ada," tegasnya.

Advertisement

Lebih lanjut, sebenarnya Indonesia dapat menghemat banyak anggaran jika mampu memproduksi mobil listrik. Setidaknya, biaya subsidi Bahan Bakar Minyak (BBM) yang tahun ini mencapai Rp 240 triliun dan akan terus bertambah di masa mendatang dapat ditekan.

"Negara subsidi BBM tahun ini Rp 240 triliun, dan ini impor. Berarti kita memperkaya pihak lain. Dulu kita dijajah, sekarang kita dijajah. Masa penjajahan BBM. Merdeka dari ini harus menggunakan gas bumi dan listrik," pungkas Dahlan.

Baca juga:
Terus disindir soal Esemka, ini jawaban Jokowi
Mendikbud: Kami tak mau mobil listrik bernasib seperti Esemka
Mahasiswa UII berhasil luncurkan mobil listrik hemat bahan bakar
Pemerintah sangsi kembangkan mobil listrik
Ini resep kesuksesan Jepang kembangkan mobil listrik

(mdk/bai)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.