Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Pemerintah sangsi kembangkan mobil listrik

Pemerintah sangsi kembangkan mobil listrik Mobil listrik. ©2013 merdeka.com/arie basuki

Merdeka.com - Dirjen Industri Unggulan Berbasis Teknologi Tinggi (IUBTT) Kementerian Perindustrian, Budi Darmadi menyangsikan pengembangan mobil listrik dalam negeri. Sebab banyak kendala menghadang pengembangan mobil listrik.

Budi menyebut, salah satu kendala yang dihadapi industrialisasi mobil listrik adalah infrastruktur yang kurang memadai, semisal tempat pengisian bahan bakar atau tempat charge energi.

"Jadi saling tunggu, ini complicated seperti masalah telur dan ayam. Mobil listrik jalan tapi engga ada infrastruktur ngisi listrik. Di jalan jadi deg-degan tidak ada tempat isi," ucap Budi di kantor Menko Perekonomian, Jakarta, Senin (21/4).

Menurutnya, pengembangan mobil listrik lebih baik dimulai di kawasan tertentu. Semisal lapangan golf yang luasnya hanya 50 hektar, bisa menggunakan mobil listrik. Kawasan ini kemudian bisa dikembangkan ke kawasan industri dan kemudian diperluas lagi cakupannya.

"Kalau di luar untuk menempuh 100 km kita belum ada infrastruktur pengisian listrik yang cepat. Di rumah saja butuh charge 6 jam," tegasnya.

Tidak dipungkiri, produsen mobil listrik sudah siap untuk memproduksi massal. Namun terbatasnya infrastruktur menjadi bahan pertimbangan hingga menunda produksi.

"Di Jepang juga baru sebagian kota besar. Ini terkait multi sektor seperti Pemda, industri otomotif, jaringan infrastruktur itu swasta. Sekarang kalau bangun SPB listrik itu 50 ribu watt. Kalau ga ada yang make abodemen siapa yang bayar. Jadi per kawasan dulu. Langsung antar kota belum bisa," tutupnya.

(mdk/noe)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP