LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. UANG

Curhat Menkeu susah bangun kepercayaan publik usai kasus Gayus

Belajar dari kasus OTT ini, Mantan Direktur Pelaksana Bank Dunia ini meminta agar semua pihak termasuk masyarakat untuk terus mengawal tindakan-tindakan kotor seperti ini. Dengan demikian, penciptaan birokrasi yang baik dapat tercipta secara perlahan.

2016-11-22 18:46:47
Sri Mulyani Indrawati
Advertisement

Menteri Keuangan Sri Mulyani mengaku akan terus melakukan reformasi di sektor perpajakan. Hal ini dilakukan untuk mengembalikan kepercayaan masyarakat kepada pemerintah.

Ani mengakui, proses pengembalian kepercayaan ini bukan perkara mudah. Sebab, dibutuhkan proses panjang untuk bisa kembali merebut hati masyarakat.

"Sehingga reformasi pajak menjadi suatu bentuk komitmen kami untuk terus mengembalikan kepercayaan publik. Saya tahu ini proses yang panjang dan sering proses ini menuai kekecewaan begitu kita mendengar kasus seperti ini OTT (Operasi Tangkap Tangan)," ujar Ani di Kantor KPK, Jakarta, Selasa (22/11).

Advertisement

Dia mencontohkan, kasus suap yang juga pernah terjadi pada aparat pajak, Gayus Tambunan, memberi dampak terhadap berkurangnya kepercayaan masyarakat. Namun, seiring berjalannya waktu masyarakat mulai melupakan kasus tersebut dan kembali percaya kepada pemerintah. Hal ini terlihat dari semakin baiknya wajib pajak (WP) yang taat terhadap pajak.

"Dulu kita punya kasus Gayus, itu mengecewakan kita, tapi ini tidak membuat kami menyerah untuk terus memperbaiki ini. Karena saya percaya bahwa sebagian besar atau mayoritas di jajaran Ditjen Pajak mereka yang memiliki komitmen untuk membangun Indonesia. Mereka orang-orang yang tidak pernah lelah mencintai negara ini," jelasnya.

Belajar dari kasus OTT ini, Mantan Direktur Pelaksana Bank Dunia ini meminta agar semua pihak termasuk masyarakat untuk terus mengawal tindakan-tindakan kotor seperti ini. Dengan demikian, penciptaan birokrasi yang baik dapat tercipta secara perlahan.

Advertisement

"Proses perbaikan ini perlu dilakukan dan butuh komitmen terus menerus. Ini sama seperti memperbaiki institusi tidak bisa sekali, mencabut kemudian akan baik sendiri dan seterusnya bersih‎ tapi dia harus terus dijaga," pungkasnya.

Baca juga:
OJK rencana kaji cabut aturan buyback tanpa RUPS
Ini kata Menko Darmin soal pejabat pajak terkena OTT KPK
Bos Pajak soal pejabatnya kena OTT KPK: Kasih kopi sianida saja
Analis harap pemerintah jaga stabilitas politik selama Pilkada
Pemerintah pikir-pikir kembali gabung TPP usai AS dipastikan keluar
Bos OJK sebut investor lokal di pasar saham RI hanya 400.000 orang
Sri Mulyani minta BLU optimalkan aset untuk tingkatkan pelayanan

(mdk/sau)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.