Curhat bos sepatu Nike soal sistem upah buruh di Indonesia
"Yang penting kepastian, tapi bukan berarti (upah) tidak naik, naiknya harus bisa dihitung."
Pemerintahan Jokowi-JK terus berusaha untuk membangkitkan sektor industri di Tanah Air. Berbagai insentif digelontorkan agar industri kembali bergairah dan ekonomi Indonesia menguat. Namun demikian, masih ada beberapa hal yang menjadi kekhawatiran pengusaha berinvestasi di Indonesia.
Pemilik PT Adis Dimension Footwear, Harijanto mengatakan, sebagai pengusaha yang bergerak di sektor padat karya yakni produsen sepatu Nike, dirinya meminta pemerintah untuk konsisten terhadap segala kebijakan yang digulirkan, termasuk sistem pengupahan.
Harijanto mengaku, sebagai pengusaha, dia tidak keberatan terhadap kenaikan upah buruh, namun dengan nilai yang terukur.
"Yang penting kepastian, tapi bukan berarti tidak naik, naiknya bisa dihitung. Selebihnya kita dorong ke bipartit, tidak perlu banyak campur tangan pemerintah," kata Harijanto Balaraja, Tangerang, Banten, Senin (5/10).
Selain itu, Harijanto juga menyoroti perihal sweeping yang kerap dilakukan serikat pekerja yang akan mengajukan tuntutan terhadap pengusaha atau pemerintah. Aksi sweeping ini sering menimbulkan kecemasan, bahkan ketakutan di kalangan pengusaha. "Sweeping menakutkan para investor, harus ditertibkan," ungkapnya.
Lebih lanjut Harijanto menjelaskan bahwa para pengusaha sudah memiliki perhitungan soal kenaikan upah pekerja, komponennya bukan hanya inflasi.
"Yg jelas inflasi, produktivitas, sudah diperhitungkan. Jadi kenaikan bukan hanya berdasar inflasi, tapi juga kompetisi dengan dunia luar. Yang penting competitiveness," tutupnya.
Baca juga:
Pemerintah bentuk formula kenaikan upah buruh, berlaku per 5 tahun
Komitmen serap 121 ribu pekerja, 16 perusahaan hanya fokus di Jawa
BKPM sebut program investasi padat karya gairahkan ekonomi daerah
BEI: Enam bulan, investor pasar modal syariah hanya naik 40 persen
Indonesia masih jadi primadona investor Jepang