Cuaca Ekstrem Jadi Penyebab Harga Sejumlah Bahan Pokok Meroket
Berkaca pada pengalamannya sebagai Kepala Badan Ketahanan Pangan (BKP), kenaikan harga beberapa komoditas seperti minyak goreng, cabai rawit merah dan telur memang kerap terjadi sebelum pergantian tahun. Namun, kali ini terlalu parah.
Peneliti Kementerian Pertanian (Kementan) Agung Hendriadi menyoroti harga beberapa kebutuhan bahan pokok (bapok) yang naik di luar dugaan saat Natal dan Tahun Baru 2022.
Berkaca pada pengalamannya sebagai Kepala Badan Ketahanan Pangan (BKP), kenaikan harga beberapa komoditas seperti minyak goreng, cabai rawit merah dan telur memang kerap terjadi sebelum pergantian tahun. Namun, kali ini terlalu parah.
"Biasanya akhir tahun juga ada kenaikan. Tapi kenaikannya memang tidak terlalu besar seperti sekarang," kata Agung kepada Liputan6.com, Rabu (29/12).
Agung menduga, faktor utama kenaikan harga bapok yang tidak wajar ini bukan berasal dari sisi produksi. Tapi lebih kepada cuaca ekstrem yang menimpa sejumlah wilayah Indonesia akhir-akhir ini.
"Ini juga mungkin dipicu oleh kondisi cuaca yang ekstrem. Cuaca ekstrem akibatnya mempengaruhi produksi," ujar dia.
Cuaca ekstrem tersebut pun turut berpengaruh kepada distribusi bahan pokok yang menjadi sulit. Ditambah pemerintah sebelumnya juga sempat menerapkan kebijakan PPKM berlevel.
"Kedua masalah distribusi, itu juga karena cuaca, karena PPKM (sebelumnya)," ungkap Agung.
Reporter: Maulandy Rizky Bayu Kencana
Sumber: Liputan6.com
Baca juga:
Ketua DPR Minta Pemerintah Atasi Lonjakan Harga Pangan Jelang Akhir Tahun
Jelang Tahun Baru, Harga Minyak hingga Cabai di Solo Melonjak
Kebutuhan Pokok Masih Mahal Usai Natal, Ini Rincian Harga Cabai Hingga Minyak Goreng
Pedagang Warteg Menjerit, Harga Cabai Rawit Setara Daging Sapi
Lonjakan Harga Pangan Dinilai Tak Wajar, Kemendag & Polri Diminta Turun Tangan
Permintaan Meningkat, Harga Cabai Hingga Telur Ayam Meroket Jelang Akhir Tahun