LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. UANG

China Development Bank cairkan pinjaman Rp 2,28 T, WIKA kebut pengerjaan kereta cepat

Selain bertindak sebagai kontraktor, WIKA turut berperan sebagai pemegang saham pada PT Pilar Sinergi BUMN Indonesia (PSBI) sebesar 38 persen, sementara PT Kereta Api Indonesia (Persero) (KAI) sebesar 25 persen, PT Perkebunan Nusantara (PTPN) VIII 25 persen, dan PT Jasa Marga (Persero) Tbk. (JSMR) sebesar 12 persen.

2018-05-02 09:58:23
Kereta Cepat Indonesia China
Advertisement

PT Wijaya Karya (Persero) Tbk (WIKA), salah satu anggota Konsorsium Kontraktor Pembangunan Kereta Cepat Jakarta Bandung (HSRCC), akan melakukan percepatan pelaksanaan konstruksi. Hal ini dilakukan setelah pada akhirnya China Development Bank (CDB) mencairkan kredit tahap pertama sebesar USD 170 juta atau setara dengan Rp 2,28 triliun pada Jumat (27/4) lalu.

Direktur Utama WIKA, Tumiyana, menyatakan pencairan dana ini menunjukan komitmen CDB dalam membiayai proyek Kereta Cepat Jakarta Bandung. "Bahwa WIKA akan memanfaatkan dana tersebut dengan maksimal sehingga dapat menumbuhkan keyakinan stakeholders terhadap proyek pembangunan transportasi masa depan Indonesia," ungkap Tumiyana kepada wartawan, Rabu (2/5).

Adapun lingkup pekerjaan WIKA dalam konsorsium adalah pekerjaan struktur, arsitektur, lanskap serta mekanikal dan elektrikal.

Advertisement

Kereta Cepat Jakarta-Bandung akan menghubungkan empat stasiun yaitu: Halim, Karawang, Walini dan Tegalluar Bandung sepanjang 142,3 Km.

Selain bertindak sebagai kontraktor, WIKA turut berperan sebagai pemegang saham pada PT Pilar Sinergi BUMN Indonesia (PSBI) sebesar 38 persen, sementara PT Kereta Api Indonesia (Persero) (KAI) sebesar 25 persen, PT Perkebunan Nusantara (PTPN) VIII 25 persen, dan PT Jasa Marga (Persero) Tbk. (JSMR) sebesar 12 persen.

PSBI bersama Beijing Yawan HSR Co. Ltd masing-masing memiliki 60 persen dan 40 persensaham di PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC).

Advertisement

Reporter: Ilyas Istianur Praditya

Sumber: Liputan6

Baca juga:
Di China, Menteri Rini lapor pembangunan masif kereta cepat RI dimulai Mei 2018
Terowongan Walini jadi titik vital di proyek kereta cepat, ini sebabnya
Di Walini, Menteri Rini minta warga bantu doa agar kereta cepat segera terbangun
Biaya pembangunan naik, berapa ongkos kereta cepat Jakarta-Bandung nantinya?
Biaya kereta cepat membengkak, Menko Luhut tak khawatir sepanjang utang mampu dibayar
4 Fakta mencengangkan KA cepat Jakarta-Bandung, termasuk membengkaknya nilai proyek
Jalur KA cepat Jakarta-Bandung punya 22 titik kritis, salah satunya terowongan Halim

(mdk/bim)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.