Chatib Basri ramal suku bunga acuan Indonesia akan naik 50 bps
Pengamat Ekonomi sekaligus Mantan Menteri Keuangan, Chatib Basri memperkirakan Bank Indonesia terpaksa harus menaikkan suku bunga acuan (BI rate) untuk mengantisipasi kenaikan suku bunga The Fed (Fed Fund Rate).
Bank Sentral Amerika (The Fed) telah menaikkan suku bunganya pada Desember 2016 sebesar 25 basis poin (Bsp). Bahkan, diperkirakan The Fed akan kembali menaikkan suku bunganya sebanyak tiga kali di tahun ini.
Pengamat Ekonomi sekaligus Mantan Menteri Keuangan, Chatib Basri memperkirakan Bank Indonesia terpaksa harus menaikkan suku bunga acuan (BI rate) untuk mengantisipasi kenaikan suku bunga The Fed (Fed Fund Rate).
"Kalau The Fed naikkan bunga, jadi ruang Bank Indonesia untuk menurunkan bunga hampir tidak ada. Kalau tidak punya ruang dan The Fed akan terus menaikkan, maka tidak mungkin tidak Pak Agus (Gubernur BI) juga akan menaikkan bunga," kata Chatib di Jakarta, Selasa (24/1).
Dia memprediksi, Bank Indonesia akan menaikkan suku bunganya sekitar 25-50 bsp. Sehingga, investasi dan cost of fund diprediksi juga akan semakin mahal.
Chatib menilai, naiknya duku bunga The Fed dikarenakan Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump ingin melakukan kebijakan stimulus fiskal, di mana Amerika akan melakukan perbaikan infrastruktur di negaranya.
"Sama seperti kita, Trump ingin agar uangnya dipakai untuk infrastruktur. Karena infrastruktur di sana sudah lama jadi perlu perbaikan," imbuhnya.
Baca juga:
Survei OJK, laki-laki dominasi pemahaman dan pengguna jasa keuangan
Ditjen Pajak incar pajak Selebgram, ini kata Google Indonesia
Eks Menkeu: Ketidakpastian dunia adalah Trump, bukan Amerika
Pipa bocor buat kilang Balikpapan sempat berhenti operasi seminggu
Ini pesan Menteri Rini ke bos Garuda usai kasus suap Emirsyah Satar