Cerita Warga Terdampak Pandemi Penerima Program Bantuan Sosial Tunai
Sudah satu tahun nama Rizal terdaftar sebagai penerima bantuan dari pemerintah. Dia mengaku tidak pernah mendaftarkan diri sebagai penerima BST. Kabar namanya terdaftar sebagai penerima justru datang dari pengurus RT tempatnya tinggal. Setiap bulan Ketua RT akan memberikan pengumuman bila bantuan sosial siap dibagikan.
Sudah satu tahun nama Rizal terdaftar sebagai penerima bantuan dari pemerintah. Dia mengaku tidak pernah mendaftarkan diri sebagai penerima Bantuan Sosial Tunai (BST). Kabar namanya terdaftar sebagai penerima justru datang dari pengurus RT tempatnya tinggal. Setiap bulan Ketua RT akan memberikan pengumuman bila bantuan sosial siap dibagikan.
"Saya enggak ngumpulin data, itu kayaknya langsung pakai sistem. Cuma taunya Pak RT bilang saya dapat jatah bansos," kata Rizal saat ditemui merdeka.com di rumahnya, Jakarta, Kamis (22/7).
Isi pengumuman dalam WA Grup tersebut, Rizal diminta membawa KTP untuk mengambil dana bansos sebesar Rp 600 ribu. Pengambilan dilakukan di kantor Pos, hanya berjarak 1 kilometer dari rumahnya.
Pencairan tersebut merupakan jatah bulan April dan Mei. Diambil menjelang lebaran beberapa bulan lalu. Biasanya kata Rizal dana bansos yang diterima setiap bulan dengan nominal Rp 300. Bantuan berupa uang tersebut diterimanya sejak bulan Januari 2021.
"Januari sampai April itu diambilnya per bulan Rp 300 ribu, tapi pas bulan April-Mei dirapel jadi dapatnya Rp 600 ribu," tutur pria berusia 31 tahun ini.
Beberapa hari lalu, Pengurus RT kembali mengabarkan, bantuan sosial akan kembali cair. Kabar yang diterima Rizal jadwal pengambilan bantuan sosial jatah bulan Juli pada Sabtu (24/7) nanti. "Pengambilan bulan ini tanggal 24 kata Pak RT, ambilnya di pos giro. Katanya yang sekarang Rp 300 ribu, ada juga yang bilang Rp 600 ribu, tapi gak tau deh, kan belum," tuturnya.
Syarat pengambilan bantuan sosial hanya membawa KTP bila diambil oleh kepala keluarga. Namun bila diambil oleh perwakilan harus menyertakan Kartu Keluarga (KK) dan menunjukkan KTP asli salah satu dari nama anggota keluarga.
Di tahun lalu, bantuan yang diterima bukan berupa uang tunai, melainkan sembako. Pertama kali bantuan ini diterima pada April tahun lalu. Isi dalam paket sembako tersebut mulai dari beras 10 kilogram, minyak, sarden, mie instan, kecap, sarden, masker dan sabun. Namun menjelang akhir tahun hanya sembako saja yang diterima.
"Kalau awal-awal pandemi itu sembako sama masker dan sabun. Tapi lama-lama cuma sembako saja," kata dia.
Baru lah pada awal tahun bantuan sembako tersebut diganti menjadi uang tunai Rp 300 ribu sebulan. Rizal mengaku bantuan uang tunai tersebut dirasa masih kurang, karena tidak mencukupi kebutuhan. Uang tersebut hanya cukup untuk membayar listrik dan air.
Rizal merupakan ayah dari dua orang anak. Tahun lalu Rizal menjadi salah satu pegawai yang terkena PHK. Dia sempat menganggur selama 3-4 bulan sebelum akhirnya kembali mendapat pekerjaan sebagai penjaga toko makanan cepat saji.
Baca juga:
Wapres Ma'ruf Minta Pemerintah Daerah Perbaiki Data Penerima Bansos
Ini Daftar Lengkap Nominal Bansos untuk Rakyat Miskin, Warteg, PKL, Hingga UMKM
Antrean Warga Cairkan BST di ATM Bank DKI
Penyaluran Bansos Tunai Rp 600 Ribu dari Rumah ke Rumah
Mensos Sebut Bantuan Program PKH Sentuh 33,6 Juta Jiwa Lebih
Kemensos Siapkan Rp7,08 Triliun untuk 5,9 Juta Keluarga Baru Terdampak Pandemi Covid