LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. UANG

Cerita Wamen Arcandra soal pembentukan MOMS dan e-PNBP minerba

Wakil Menteri (Wamen) ESDM Arcandra Tahar turut bercerita kilas balik terkait pembentukan dua aplikasi itu. Dia mengatakan, pelaporan data konvensional di loket kementerian harus diubah menjadi lebih praktis seiring dengan kemajuan teknologi.

2018-11-02 11:54:01
Wamen ESDM
Advertisement

Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) baru saja meluncurkan dua aplikasi pelayanan daring terbarunya, Minerba Online Monitoring System (MOMS) dan e-PNBP (Penerimaan Negara Bukan Pajak) mineral dan batu bara (Minerba).

Wakil Menteri (Wamen) ESDM Arcandra Tahar turut bercerita kilas balik terkait pembentukan dua aplikasi itu. Dia mengatakan, pelaporan data konvensional di loket kementerian harus diubah menjadi lebih praktis seiring dengan kemajuan teknologi.

"Kalau saya boleh cerita, ini bermula dari saya dengan tim berkunjung ke Ditjen Minerba. Kantornya yang bau goreng ayam itu pak. Pasti semuanya tahu. Pas masuk di situ ada loket. Saya dikasih tur di Ditjen Minerba, sampai loket dibilang, pak loket ini akan diperbaiki jadi lebih bagus," ujar Arcandra di Kantornya, Jumat (2/11).

Advertisement

"Terus saya bilang, saya enggak mau loket ini dibagusin, saya mau loket ini hilang. Caranya gimana? Nanti semuanya pakai online. Enggak perlu lagi datang beli goreng ayam dulu baru dapet data," sambungnya.

Arcandra menambahkan, pelayanan daring ini bertujuan untuk memudahkan komunikasi antara pemerintah dan para pengusaha mineral dan batu bara. "Jadi tidak perlu datang ke kantor lagi. Ini the ultimate goal kita," ungkapnya.

Melalui MOMS Dan e-PNBP Minerba ini, interaksi regulator dan unit kerja tak perlu dilakukan secara tatap muka, tapi cukup pakai data.

Advertisement

"Jadi tidak perlu lagi silaturahmi. Soalnya biayanya besar kalau silaturahmi, harus sediakan kopi, gorengan, cemilan-cemilan lainnya. Itu kalau dikumpulkan (biayanya) besar juga," ucap dia sembari berkelakar.

Namun begitu, dalam perjalanannya, Arcandra menyampaikan, eksekusi program ini sempat tersendat-sendat. Oleh karenanya, dia beserta Menteri ESDM Ignasius Jonan inisiatif menggelar rapat rutin yang diikuti seluruh pejabat eselon I.

"Akhirnya saya sendiri yang memimpin meeting (yang dilaksanakan) sekali dalam dua minggu. Kita bentuk semua eselon I harus ikut meeting itu. Akhirnya ini jadi," tandasnya.

Sumber: Liputan6

Reporter: Maulandy Bayu Rizky Kencana

Baca juga:
10 Persen pembangkit listrik di proyek 35.000 MW sudah beroperasi
Perkuat sumber daya manusia, ESDM luncurkan Peta Jabatan Ketenagalistrikan
Hingga Oktober 2018, pencampuran B20 dan solar capai 2,53 juta kl
ESDM pesimis investasi energi baru terbarukan capai target di 2018
RI diprediksi geser AS jadi produsen energi panas bumi terbesar dunia di 2022
Pasokan listrik panas bumi bertambah 140 MW sepanjang kuartal III 2018
Kuartal III-2018, energi panas bumi sumbang Rp 1,1 triliun ke RI

(mdk/idr)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.