Cerita Pertamina wujudkan BBM satu harga, termasuk kirim ke daerah rawan di Sulawesi
Cerita Pertamina wujudkan BBM satu harga, termasuk kirim ke daerah rawan di Sulawesi. Selain ke daerah rawan konflik, Pertamina juga harus mendistribusikan BBM ke lokasi yang berbukit-bukit. Pertamina juga harus berhadapan dengan cuaca buruk saat mengangkut BBM dengan kapal laut.
PT Pertamina (Persero) mengalami kendala dalam implementasi program Bahan Bakar Minyak (BBM) Satu Harga di Pulau Sulawesi. Salah satunya, distribusi BBM di daerah rawan konflik seperti Poso, Sulawesi Tengah.
"Daerah Poso kan memang rawan. Kita minta bantuan pihak keamanan seperi Kepolisian dan TNI," ujar General Manager Pertamina MOR VII, Djoko Pitoyo kepada merdeka.com, Sabtu (4/11).
Selain ke daerah rawan konflik, Pertamina juga harus mendistribusikan BBM ke lokasi yang berbukit-bukit. Hal ini membuat Pertamina harus menyesuaikan truk-truk tangki di wilayah tersebut.
"Itu terjadi saat kami distribusikan BBM ke Toraja dan Palopo," tegasnya.
Tak hanya itu, Pertamina juga harus berhadapan dengan cuaca buruk saat mengangkut BBM dengan kapal laut. Ditambah, katanya, angkutan kapal yang belum memadai dalam pendistribusian BBM.
"Pernah kami menginap saat mendistribusikan BBM ke Talaud karena cuaca buruk. Padahal, pulaunya kelihatan. Kemudian, sering kali kapal yang dipakai untuk mendistribusikan BBM tersebut tidak sesuai standar, sementara kita mensuplai hingga ke daerah terluar seperti di Talaud yang langsung berhadapan dengan lautan lepas seperti Samudera Pasifik," jelasnya.
Baca juga:
AKR Corporindo bangun 5 titik penyaluran BBM satu harga hingga akhir 2017
Pemerintah manfaatkan SPBU Vivo sukseskan program BBM satu harga
Hingga 1 November 26 wilayah terpencil RI sudah terapkan BBM satu harga
DPR: Pertamina jangan mikir untung dulu jalankan program BBM Satu Harga
Di Kalimantan Timur, Menteri Jonan dicurhati harga BBM masih mahal
Maruarar sebut pemerataan harga BBM baru ada di era Jokowi
Pemerintah wujudkan energi berkeadilan lewat BBM Satu Harga dan Jargas