DPR: Pertamina jangan mikir untung dulu jalankan program BBM Satu Harga
Merdeka.com - Pemerintah tengah menggenjot program bahan Bakar Minyak (BBM) Satu Harga di pulau-pulau terpencil dan daerah perbatasan seluruh Indonesia. Untuk mendukung program ini, pemerintah meminta PT Pertamina (Persero) mendistribusikan BBM Satu Harga.
Pertamina pun mengaku mengalami kerugian hingga Rp 800 miliar dalam menjalankan program ini. Kerugian tersebut didapat dari biaya distribusi ke pulau-pulau terpencil di Indonesia.
Kendati demikian, Anggota Komisi VII DPR RI Andi Yuliani Paris mengatakan, Pertamina tidak boleh memikirkan keuntungan semata dalam pendistribusian BBM Satu Harga. Menurutnya, yang terpenting masyarakat mendapatkan harga BBM yang murah.
"Memang Pertamina agak dilematis. Dia kan jadi badan yang harus mendistribusikan BBM ke masyarakat tapi di sisi lain dia harus untung. Untuk itu jangan mikirkan untung dulu deh, yang penting masyarakat bisa rasakan BBM murah," ujarnya usai Rapat Koordinasi BPH Migas di Makassar, Jumat (3/11).
Andi mengakui kendala program ini adalah marjin atau keuntungan penjualan BBM Satu Harga yang sangat kecil. Sehingga, membuat investor tak berminat untuk ikut dalam program ini.
Hal ini membuat langkah Pertamina sedikit berat. Alasannya, pendistribusian BBM Satu Harga bukan hal yang mudah diterapkan. Apalagi, banyak daerah yang letak geografisnya di tengah-tengah pegunungan seperti wilayah Papua.
Andi pun meminta seluruh pihak keamanan membantu Pertamina dalam program ini. Dengan begitu, penyimpangan dalam program BBM Satu Harga bisa dicegah.
"Kita ingin semua pihak mengawasi. Kepolisian dan TNI harus ikut, karena banyak oknum campur tangan. Itu kita temuan di Papua. Ini diperlukan untuk menjaga tidak ada penyimpangan di BBM Satu Harga," jelas Andi.
(mdk/idr)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya