Cerita Anak Korban Perang Putus Sekolah Kini Jadi Orang Terkaya di Asia
Selama perang besar pada tahun 1960-an, Zhong putus harus rela putus sekolah.
Orang-orang terkaya di dunia biasanya berasal dari kalangan inovator teknologi, taipan investasi, hingga maestro rumah mode. Namun, latar belakang tersebut tidak berlaku bagi Zhong Shanshan.
Orang terkaya di Asia asal China tersebut memiliki latar belakang keluarga yang cukup memilukan. Dia adalah anak dari korban perang saudara China pada tahun 1954.
Melansir laman Successtory.com, Selasa (24/4), Zhong Shanshan lahir di Hangzhou, Provinsi Zhejiang, China pada tanggal 1 Desember 1954. Selama perang besar pada tahun 1960-an, Zhong putus harus rela putus sekolah.
Sementara itu, orang tuanya dianiaya bersama jutaan warga sipil lainnya. Dia berhasil bertahan hidup di masa penuh gejolak dalam sejarah Tiongkok dan melanjutkan pendidikannya selama tahun 1970-an.
Masa kecilnya yang sulit membentuk Zhong sebagai pribadi yang disiplin. Meski sempat putus sekolah, Zhong bertekad keras untuk meraih pendidikan tinggi.
Dia berhasil menyelesaikan pendidikannya di Universitas Terbuka China. Dia sebenarnya gagal dalam ujian masuk perguruan tinggi dua kali sebelum diterima di universitas yang berpusat di Beijing tersebut.
Pernah Jadi Kuli Bangunan
Sebelum menjadi pengusaha terkaya di China dan Asia, perjalan karir Zhong tidak semulus apa yang dibayangkan orang. Pada awalnya dia bekerja di beberapa pekerjaan termasuk sebagai pekerja konstruksi atau kuli bangunan dan penjual minuman.
Pada tahun 1980-an, dia bekerja sebagai reporter berita dan berkecimpung di bidang tersebut selama sekitar lima tahun. Melihat peluang besar dalam bisnis air, Zhong mendirikan perusahaan distributor air di Tiongkok Selatan dan kemudian merek produk kesehatan bernama Yangshengtang pada tahun 1993.
Siapa sangka bisnis pertamanya cukup sukses. Saat itu, Zhong mendirikan Nongfu Spring pada bulan September 1996. Dengan air yang bersumber dari Danau Seribu Pulau Zhejiang (juga dikenal sebagai Danau Qiandao), Nongfu secara resmi meluncurkan air minum kemasan pertamanya pada tahun 1997.
Perlahan tapi pasti, Nongfu Spring juga memperluas portofolionya dengan menjual teh dan jus dalam botol dengan merek Farmer’s Orchard, Scream, dan Oriental Leaf pada 2001 silam.
Bisnis Air Minum Kemasan Sempat Terhenti
Sejak saat itu, kinerja perusahaan Zhong tumbuh pesat dalam beberapa tahun berikutnya dan tidak lama kemudian Nongfu Spring menjadi produsen air minum dalam botol terbesar di Tiongkok.
Nongfu juga merupakan salah satu produsen teh dan jus dalam botol terkemuka di negara tersebut.Namun bisnis Zhong sempat terhenti sejenak karena dituduh oleh media terkemuka Tiongkok, Beijing Times, tidak mematuhi standar air nasional.
Setelah beberapa bulan terjadi perdebatan sengit antara perusahaan dan surat kabar tersebut, tuduhan tersebut akhirnya terbukti salah. Otoritas kesehatan Zhejiang melakukan pemeriksaan acak terhadap empat kelompok air minum kemasan Nongfu dan masing-masing kelompok lulus standar provinsi dan nasional.
Perusahaan tersebut mengajukan gugatan pencemaran nama baik terhadap Beijing Times dan menuntut ganti rugi sebesar 60 juta yuan (USD 9,7 juta).
Berkat kesabarannya, Zhong Shanshan sukses menjadi orang terkaya di Asia. Forbes mencatat, nilai kekayaannya mencapai USD 59,5 miliar atau setara Rp998,6 triliun dengan asumsi kurs Rp16.780 per USD.
Kekayaan Zhong Shanshan ini menggeser puncak daftar yang selama ini dipegang oleh pendiri dan CEO Alibaba Jack Ma (kekayaan bersih $50 miliar). Meskipun Zhong telah berada di 10 besar dalam beberapa tahun terakhir.