Cegah Krisis Pangan, Jokowi Ingatkan Pemda Jaga Inflasi
Presiden Joko Widodo (Jokowi) ingatkan ancaman krisis pangan yang melanda banyak negara di dunia. Dia menyampaikan krisis pangan telah menyebabkan ratusan juta orang menderita, bahkan menyebabkan kematian ribuan orang setiap harinya.
Presiden Joko Widodo (Jokowi) ingatkan ancaman krisis pangan yang melanda banyak negara di dunia. Dia menyampaikan krisis pangan telah menyebabkan ratusan juta orang menderita, bahkan menyebabkan kematian ribuan orang setiap harinya.
"Tiap hari kita mendengar mengenai krisis pangan, bayangkan 345 juta orang di 82 negara menderita kekurangan pangan akut dan 9.700 orang setiap hari meninggal karena kelaparan," kata Jokowi dalam pengarahan kepada pejabat negara di Jakarta Convention Center (JCC), Kamis (29/9).
Untuk itu, dia meminta pada pejabat negara dan jajaranya untuk terus mengawasi inflasi pangan yang terjadi di Indonesia. Hal ini karena inflasi dari pangan dan bahan makanan menjadi kontributor terbesar pada bulan Agustus 2022 sebagai penyebab kelangkaan stok pangan di pasar.
"Cabai merah, bawang merah, telur ayam, tomat, tahu tempe, mie instan dan beras, hati-hati, tolong barang-barang ini perhatikan," katanya.
Menurutnya, kenaikan harga pangan yang sangat tinggi seperti cabai merah dan bawang merah terjadi karena produksi yang kurang sehingga supply atau pasokan di masyarakat juga berkurangan. Kepala daerah jangan ragu untuk menggunakan dana lain seperti dana transfer umum atau anggaran belanja tidak terduga untuk meningkatkan kegiatan produksi barang - barang tersebut agar pasokan selalu cukup.
"Kalau harga di daerah tinggi, tugas saudara-saudara (pejabat negara) adalah mengajak para petani untuk tanam itu semua. Jangan ragu gunakan dana yang ada, ini bukan hal yang sulit hanya saja kita mau kerja detail atau tidak," terangnya.
Sementara itu, persoalan ongkos transportasi juga harus diatasi untuk membantu mengatasi kelangkaan pangan antar daerah. Dia menjelaskan jika satu daerah mengalami kelangkaan suatu pangan bisa mengambilnya dari daerah lain yang memang menjadi pusat produksi.
"Ongkos transportasi bisa ditutup oleh Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD). Tidak harus setiap hari, mungkin hanya seminggu 1-2 kali cukup," jelasnya.
Dia mengharapkan dengan kerja yang detail nantinya semua masalah akan lebih mudah terpecahkan. Dia juga menekankan jika semua bekerja sama dalam masalah supply, produksi dan transportasi dengan memaksimalkan pemanfaatan APBD yang ada, akan dapat menurunkan inflasi.
Reporter Magang: Hana Tiara Hanifah
Baca juga:
Jokowi Minta Pemda Jangan Ragu-Ragu Belanja Tak Terduga untuk Cegah Inflasi
Presiden Jokowi Bongkar Rahasia Indonesia Bisa Kendalikan Inflasi
Disperindag Tangerang Selatan Gelar Operasi Pasar untuk Tekan Inflasi
4 Tips Atur Keuangan di Tengah Lonjakan Inflasi Ala OJK
Strategi Ridwan Kamil Kendalikan Laju Inflasi di Jawa Barat
ADB Prediksi Inflasi Tahun 2022 Bisa Tembus 4,6 Persen, Dipicu Naiknya Harga BBM