LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. UANG

Cegah inflasi, pemerintah minta Pertamina kendalikan harga Pertamax Cs

Menteri Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) Ignasius Jonan ‎mengingatkan PT Pertamina (Persero) untuk mengendalikan kenaikan Bahan Bakar Minyak (BBM) non subsidi, karena akan memicu kenaikan inflasi. Hal ini sesuai dengan arahan Presiden Joko Widodo (Jokowi).

2018-04-06 12:57:24
ESDM
Advertisement

Menteri Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) Ignasius Jonan ‎mengingatkan PT Pertamina (Persero) untuk mengendalikan kenaikan Bahan Bakar Minyak (BBM) non subsidi, karena akan memicu kenaikan inflasi. Hal ini sesuai dengan arahan Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Beberapa BBM yang perlu dikendalikan adalah harga BBM umum atau non subsidi di antaranya Pertalite, Pertamax, Pertamax Turbo, Pertamina Dex, dan Dexlite. Dengan begitu tidak mengalami kenaikan harga.

"Ratas kabinet dipimpin pak presiden, yang diwakili oleh Wamen ESDM, nah menurut wamen arahan presiden untuk operasi idul Fitri 2018 di sektor ESDM. Harga bahan bakar umum itu harus diwaspadai kenaikannya," kata Jonan, di Tasikmalaya, Jawa Barat (6/4).

Advertisement

Menurutnya, penetapan kebijakan harga BBM non subsidi juga perlu hati-hati, agar level inflasi tidak mengalami kenaikan. "Karena dapat memicu inflasi ya kalau pengertian diwaspadai ini ya harus dikendalikan,"‎ tandasnya.

Sebelumnya, kenaikan harga BBM non subsidi jenis Pertalite pada Maret lalu diperkirakan masih berdampak hingga April 2018. Dampak tersebut bisa seperti kenaikan inflasi, mengingat bobot BBM terhadap inflasi sebesar 3,39 persen, atau persis di bawah beras.

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Suhariyanto mengatakan, sejak berlaku pada 24 Maret 2018, kenaikan harga pertalite baru berdampak selama seminggu terakhir terhadap inflasi. Dampak ini diperkirakan masih berlanjut dalam tiga pekan ke depan.

Advertisement

"Seperti saya bilang karena pertalite naiknya pada 24 Maret, berarti ini baru 7 hari. Tetapi perlu dicatat bahwa seminggu terakhir sudah ter-cover, jadi kalau inflasi rata-rata harga selama satu bulan dibandingkan bulan sebelumnya, yang seminggu ter-cover, 3 minggunya belum," ujar dia.

Oleh sebab itu, lanjut dia, kenaikan harga Pertalite ini masih akan berpengaruh terhadap inflasi di April 2018. Hal ini yang perlu mendapatkan perhatian dari pemerintah agar tren inflasi ini tidak berlanjut di April. "Berarti dampak ikutannya masih akan terjadi di April. Berapa besarnya saya tidak tahu. Jadi pasti masih akan berdampak," ujar dia.

Reporter: Pebrianto Eko Wicaksono

Sumber: Liputan6.com

Baca juga:
Menteri Jonan serahkan masalah kerusakan lingkungan akibat minyak tumpah ke KLHK
ESDM bantu bangun 500 sumur bor sumber air bersih senilai Rp 500 juta per unit
Arcandra akui produksi kilang Balikpapan anjlok akibat kebocoran pipa
Sediakan sumur bor untuk rakyat, cara Menteri Jonan wujudkan pemerataan pembangunan
Ditegur Menteri Jonan soal kelangkaan Premium, ini jawaban bos Pertamina

(mdk/azz)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.