Catat Penjualan 37,9 Juta Ton Sepanjang 2025, Semen Indonesia Perkuat Transformasi untuk Jaga Kinerja
Salah satu indikator perbaikan signifikan yaitu volume penjualan sebesar 10,47 juta ton pada kuartal IV tahun 2025.
PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SIG) berkomitmen menjaga tren kinerja positif melalui transformasi bisnis yang konsisten dengan fokus pada peningkatan penjualan, efisiensi biaya, serta penguatan portofolio produk dan daya saing perusahaan.
"Tak tinggal diam dengan kondisi industri yang mengalami perlambatan di tahun 2025, SIG mengambil langkah strategis untuk meningkatkan peluang pertumbuhan," kata Direktur Utama SIG, Indrieffouny Indra ditulis Antara, Jumat (17/4).
Ia menyampaikan keputusan manajemen pada paruh kedua tahun 2025 untuk melakukan transformasi yang berfokus pada daya saing, menyasar peningkatan pangsa pasar dan penguatan profitabilitas, telah menunjukkan hasil positif.
Dia menyebutkan transformasi bisnis yang dilakukan sejak Juli 2025 berfokus pada tiga strategi utama yaitu peningkatan pengelolaan pasar mikro, efisiensi biaya, serta optimalisasi produk turunan semen dan portofolio.
"Ini terus membuahkan hasil positif. Kinerja perusahaan meningkat secara konsisten, khususnya pada semester II tahun 2025 dengan momentum yang kuat pada kuartal IV tahun 2025,” ujar Indra dalam SIG FY25 (Audited) Results Call.
Dia menuturkan permintaan semen domestik tahun 2025 yang mengalami kontraksi sebesar 1,5 persen yoy, turut berdampak pada penurunan penjualan domestik SIG. Namun begitu, SIG mampu menunjukkan kemampuannya untuk pulih lebih kuat.
Sepanjang tahun 2025, lanjut Indra, SIG mencatatkan volume penjualan sebanyak 37,93 juta ton. Salah satu indikator perbaikan signifikan yaitu volume penjualan sebesar 10,47 juta ton pada kuartal IV tahun 2025 yang berkontribusi pada total volume penjualan yang tumbuh 1,1 persen yoy.
"Capaian ini membuktikan efektivitas strategi transformasi yang dijalankan SIG, khususnya di pasar-pasar utama dengan marjin tinggi," tuturnya.
Tren Kenaikan Penjualan
Menurutnya secara umum pada semester kedua 2025 sejak menjalankan strategi transformasi bisnis, SIG terus mengalami tren kenaikan penjualan dari kuartal III ke kuartal IV. Bahkan pada kuartal IV, volume penjualan semen kantong SIG tumbuh pesat sebesar 5,7 persen yoy, secara signifikan melampaui pasar yang hanya tumbuh 2 persen yoy.
Kemudian di sisi lain, penjualan ekspor turut menjadi pilar penting dalam mendukung total volume SIG di tengah melemahnya permintaan domestik. Volume ekspor meningkat secara signifikan sebesar 14,9 persen yoy hingga mencapai sekitar 6,4 juta ton.
"Tren positif terus berlanjut. Pada dua bulan pertama tahun 2026, SIG berhasil mencatatkan peningkatan penjualan domestik sebesar 9,7 persen, di mana pertumbuhan yang cukup signifikan terjadi di segmen semen kantong sebesar 14,6 persen," jelasnya.
Pijakan Tahun 2026
Indra menambahkan, capaian kinerja positif di pembuka tahun menjadi pijakan kokoh bagi SIG untuk melalui tahun 2026 dan memperkuat optimisme pada keberlanjutan strategi transformasi yang berfokus pada penguatan model bisnis semen.
Selain itu efisiensi biaya, percepatan pertumbuhan ekosistem bisnis derivatif dan solusi bangunan, serta peningkatan tata kelola dan sumber daya Perusahaan.
”Kami yakin SIG saat ini berada pada jalur yang tepat. Karena itu, kami berkomitmen penuh untuk melanjutkan transformasi secara disiplin dan konsisten untuk menciptakan pertumbuhan berkelanjutan dan memberikan nilai kepada para pemegang saham dan pelanggan," ujar Indra.