Cara Menko Darmin genjot ekspor RI agar tak kalah dari negara tetangga
Darmin menyebut, strategi pemerintah untuk mendorong investasi antara lain dengan memberikan insentif fiskal, memudahkan proses perizinan, dan pendidikan vokasi.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Darmin Nasution tengah berupaya meningkatkan investasi dan ekspor Indonesia. Hal ini untuk menggenjot pertumbuhan ekonomi agar tak kalah dengan negara tetangga, seperti Thailand, Malaysia dan Singapura.
Menurut dia, kinerja ekspor Indonesia belum terlalu bagus, padahal ekspor berperan penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi.
"Yang akan menang itu yang ekspor-nya lebih besar dibandingkan pertumbuhan ekonomi, di mana persentase ekspor-nya lebih besar. Itu sebabnya kalau Anda lihat, kita tadinya pertumbuhannya lebih tinggi dari Malaysia, Thailand, Singapura, mulai semester II tahun lalu dia mulai dia mulai lebih cepat dari kita,karena peranan ekspor-nya, dalam GDP-nya besar," ungkapnya di JCC, Jakarta, Rabu (4/4).
"Kalau kita peranan konsumsi rumah tangganya yang paling besar. Akibatnya Malaysia, Thailand, Singapura pertumbuhan ekonominya mulai melebihi kita. Nah kita nggak mau itu terus terjadi," imbuhnya.
Oleh karena itu, pemerintah katanya akan terus mendorong naiknya investasi terutama investasi yang berorientasi ekspor.
Darmin menyebut, strategi pemerintah untuk mendorong investasi antara lain dengan memberikan insentif fiskal, memudahkan proses perizinan, dan pendidikan vokasi. "Dan dukungan pertama insentif fiskal, kedua, kemudahan perizinan, single submission, ketiga pendidikan vokasi. Kombinasi yang baik untuk mendukung," jelas dia.
Mantan Gubernur BI ini mengatakan dengan tiga strategi ini di satu sisi meningkatkan investasi, sedangkan di sisi lain dapat meningkatkan kompetensi SDM dalam negeri. "Itu sebab kita mendorong pendidikan vokasi. Justru kalau dibandingkan negara lain di sekitar kita, SDM kita tidak cukup unggul di dalam kualitasnya," tandasnya.
Baca juga:
Harga tembus Rp 60.000/Kg, bawang putih impor diminta Kementan segera masuk
Ekonomi RI masih stabil meski ada kekhawatiran perang dagang AS-China
Industri AS terancam rugi akibat sengketa tarif impor
China tetapkan kenaikan tarif impor 128 produk AS
Jelang Ramadan & Idul Fitri, Bulog Sumut impor 200 ton daging kerbau asal India