Budi Waseso targetkan beras bisa dibeli hingga di warung rokok
Perum Badan Urusan Logistik (Bulog) memastikan ketersediaan beras jelang Ramadan dalam kondisi aman. Untuk menjaga pasokan, beras akan dikemas dalam beberapa ukuran. Mulai dari 5-10 kilogram (Kg) sampai beras renceng atau sachet 200 gram.
Perum Badan Urusan Logistik (Bulog) memastikan ketersediaan beras jelang Ramadan dalam kondisi aman. Untuk menjaga pasokan, beras akan dikemas dalam beberapa ukuran. Mulai dari 5-10 kilogram (Kg) sampai beras renceng atau sachet 200 gram.
Direktur Utama Perum Bulog, Budi Waseso (Buwas), menyampaikan pihaknya akan menurunkan pasokan beras langsung ke pasar dan masyarakat dengan standard harga yang stabil dan murah.
"Saya ingin next ke depan, semoga secepatnya, ada beras renceng kemasan 200 gram. harganya relatif murah tapi terjamin kualitasnya," ujar dia di Jakarta, Selasa (8/5).
Untuk penyaluran, dia menegaskan, pasokan beras edisi kemasan tersebut nantinya juga akan tersedia di kios-kios kecil seperti warung rokok.
Mantan Kepala BNN itu pun mengungkapkan, dirinya belum bisa memastikan soal harga beras tersebut. Menurut perhitungan awal, itu masih relatif mahal. Namun demikian, tambahnya, Perum Bulog akan terus memangkasnya sampai bisa murah.
"Saya harus kerjasama dengan kementerian lain, termasuk Kementerian Perdagangan, Kementerian Pertanian, Kemenko Perekonomian, dan Satgas Pangan. Nanti juga harus ada political will dari presiden," jelas dia.
"Saya yakin presiden ingin masyarakat dapat beras yang berkualitas dan murah. Itu tugas Bulog," Buwas mengakhiri.
Reporter: Maulandy Rizky Bayu Kencana
Sumber: Liputan6.com
Baca juga:
Menteri Amran pastikan stok semua pangan aman jelang Ramadan
Budi Waseso berencana kemas beras dalam bentuk sachet
Cegah spekulan, Waseso bakal stok beras Bulog di Polsek dan Koramil
Polisi sita 1.161 ton beras milik PT Indo Beras Unggul
Diangkat jadi dewan pengawas Bulog, Teten janjikan harga beras terjangkau
Budi Waseso: Kalau ada yang main-main soal beras akan ditertibkan
Pasokan aman, beras di Jateng dijual Rp 9.000-9.200 per kg