Butuh Penyesuaian, Ini Kendala Penggunaan LinkAja untuk Bayar KRL
Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Rini Soemarno mengatakan, ada 200 pintu masuk pada 80 stasiun KRL yang sedang diuji coba untuk transaksi menggunakan LinkAja. Selanjutnya, KCI akan terus menambah jumlah gate elektronik ini hingga mencapai 400 pintu.
Aplikasi pembayaran LinkAja akan digunakan untuk transaksi tiket Commuter Line atau Kereta Listrik (KRL). Uji coba penggunaan LinkAja pada moda transportasi masal tersebut telah telah dimulai.
Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Rini Soemarno mengatakan, ada 200 pintu masuk pada 80 stasiun KRL yang sedang diuji coba untuk transaksi menggunakan LinkAja. Selanjutnya, KCI akan terus menambah jumlah gate elektronik ini hingga mencapai 400 pintu.
"Sekarang ada 200, akan ditambah di 80 stasiun. Nanti ada tandanya linkAja. Nanti tambah lagi 200 lagi sampai akhir Oktober," kata Rini di Stasiun Jakarta Kota, Selasa (1/10).
Menurut Rini, uji coba pada transportasi umum baru dilakukan pada KRL, menurut jadwal uji coba ditargetkan selesai pada pekan depan. Setelah dinilai berhasil maka transaksi naik KRL menggunakan LinkAja bisa diterapkan.
"Khusus untuk KRL saja, sementara KRL saja dulu. Uji cobanya hari ini. Tinggal seminggu lagu, seminggu lagi selesai. Insyaalah jalan," tuturnya.
Direktur Utama LinkAja Danu Wicaksana mengungkapkan, dalam uji coba kali ini ditemukan masalah yang ditemui dan penumpang membutuhkan penyesuaian, sebab untuk menggunakan LinkAja pada KRL penumpang harus mengocok ponsel agar keluar barcode untuk masuk pintu transaksi di stasiun, namun dalam 5 menit barcode tersebut tidak bisa digunakan lagi atau kadaluarsa.
Kondisi ini membuat proses transaki menggunakan LinkAja untuk naik KRL membutuhkan waktu penyesuaian pada penumpang.
"Jadi butuh proses belajar dan edukasi. Misalkan tadi ada yang shake QR lalu shake 5 menit sebelum nyampe di gate nah itu kadaluarsa. Karena memang kita desain ketika tiket itu dishake cuma 15 sampai 30 detik. Setelahnya engga berlaku kadaluarsa karena kita takut bisa diprint screen lalu dihold. Dipakai untuk tiket bersamaan. Sehingga memang ada expirenya," tandasnya.
Baca juga:
Menteri Rini Uji Coba Pakai LinkAja untuk Naik KRL
LinkAja Masih Tunggu Konfirmasi Perusahaan BUMN Calon Pemegang Saham
Mau Bikin Fitur Syariah, LinkAja Minta Izin MUI Hingga BI
Bos LinkAja: Penetrasi Fintech di Indonesia Masih Minim
MRT Jakarta Seleksi Mitra Penyedia QR Code untuk Pembayaran Tiket
Bank Indonesia Target Gopay Hingga LinkAja Terapkan QRIS Mulai 1 Januari 2020