Butuh pembangkit listrik mikro hydro di daerah terpencil
Pemerintah menargetkan, seluruh rumah tangga di Indonesia dapat menikmati listrik pada 2019.
Sampai saat ini, belum semua masyarakat Indonesia bisa menikmati listrik. Jika berdasarkan data pemerintah, tingkat elektrifikasi atau rumah tangga yang teraliri listrik baru mencapai 82 persen.
Dari kajian Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Bappenas, agar semua masyarakat Indonesia bisa menikmati listrik, solusinya adalah pembangun pembangkit listrik teknologi mikro hydro. Pembangkit listrik mikro hydro dibutuhkan untuk mengaliri di desa-desa terpencil.
"Pembangkit listrik tapi mikro, lokasinya di daerah-daerah yang sulit dijangkau, populer itu mikro hydro. Sudah bisa dikembangkan bagaimana terobosan, PLN diberi penugasan payung hukum yakni Perpres," ujar Menteri PPN/Kepala Bappenas Armida Alisjahbana di Kantornya, Jakarta, Jumat (11/4).
Pengembangan pembangkit listrik tenaga mikro hydro mengandalkan sungai atau semacam PLTA dalam skala kecil. Pemerintah menargetkan, seluruh rumah tangga di Indonesia dapat menikmati listrik pada 2019.
"Nanti tahun 2019 elektrifikasi 100 persen,"jelasnya.
Baca juga:
Cegah krisis listrik, PLN butuh dana Rp 80 triliun
PLN: Pipa gas Kepodang-Tambak Lorok sudah mulai dibangun
PLN targetkan PLTU Pangkalan Susu beroperasi Oktober
Dahlan: KBN gandeng China bangun PLTU Rp 20 T
Dahlan kumpulkan bos BUMN dan pemda bahas tol listrik Sumatera