LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. UANG

Bupati harap kehadiran SKPT wujudkan Natuna jadi pusat perikanan nasional

SKPT ini berupa pelabuhan berstandard internasional. Di mana telah disediakan berbagai sarana dan prasarana yang bisa mendukung kegiatan melaut nelayan Natuna. SKPT ini dilengkapi berbagai fasilitas seperti tempat penampungan, penjualan, dan pelelangan ikan hasil buruan mereka.

2017-12-06 12:29:55
Perikanan
Advertisement

Kepulauan Natuna dikenal sebagai salah satu wilayah di Indonesia yang kaya akan sumber daya perikanan laut. Meski sempat menjadi wilayah tertinggal, kini Kabupaten Natuna mulai melakukan pembenahan di berbagai sektor untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakatnya.

Salah satu sektor yang diprioritaskan yakni di bidang kelautan dan perikanan. "Prioritas pembangunan di Natuna selain bidang pariwisata, yaitu di bidang perikanan. Inilah yang berusaha kami tonjolkan saat ini," kata Bupati Natuna, Hamid Rizal, di Ranai, Kepulauan Natuna.

Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) saat ini membangun sebuah Sentra Kelautan dan Perikanan Terpadu (SKPT) Natuna di Selat Lampa untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat, khususnya nelayan. Diharapkan SKPT menjadikan wilayah tersebut sebagai pusat perikanan Nasional.

SKPT ini berupa pelabuhan berstandard internasional. Di mana telah disediakan berbagai sarana dan prasarana yang bisa mendukung kegiatan melaut pada nelayan Natuna. "Ini tentu membantu sekali masyarakat kita, khususnya para nelayan. Dengan adanya pelabuhan perikanan di Selat Lampa itu, maka kesejahteraan nelayan Natuna jadi terjamin," ungkap Hamid.

Hamid menjelaskan, SKPT ini dilengkapi berbagai fasilitas yang bisa digunakan oleh para nelayan dalam mendukung kegiatan melaut seperti tempat penampungan, penjualan, dan pelelangan ikan hasil buruan mereka. "Mereka kini bisa menangkap ikan banyak mungkin lalu menampungnya di cold storage yang tersedia di pelabuhan. Itu bisa tahan cukup lama. Selain itu, mereka juga bisa menjual hasil tangkapan mereka kepada pengusaha dengan harga bersaing," jelasnya.

Untuk saat ini, baru Perum Perikanan Indonesia (Perindo) yang bergabung dengan program yang diarahkan oleh Menteri Kelautan dan Perikana, Susi Pudjiastuti ini. Namun, Hamid berharap ke depannya akan ada banyak pengusaha swasta lain datang.

"Kami memberikan kesempatan yang seluas-luasnya kepada pada pemilik modal atau pengusaha untuk melakukan kegiatan pengolahan hasil perikanan di Natuna. Bagi kami, ini sangat ditunggu-tunggu," tutupnya.

Baca juga:
Ikan di KJA Jatiluhur Purwakarta mati massal diduga akibat cuaca ekstrem
Cara unik Perinus genjot konsumsi ikan, hingga masuk rekor MURI
Indonesia ekspor 4 ton ubur-ubur ke Malaysia
Genjot konsumsi ikan, belanja hasil laut kini bisa lewat online
Indonesia ekspor olahan ikan dan hasil laut ke AS senilai Rp 5,5 M
Industri ikan hias Singapura terbesar di dunia, padahal bahan baku dari RI
Indonesia ingin jadi produsen ikan hias terbesar dunia, kalahkan Singapura

Advertisement
(mdk/bim)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.