Indonesia ekspor 4 ton ubur-ubur ke Malaysia
Merdeka.com - Kepala Badan Karantina Ikan, Pengendalian Mutu (BKIPM) Entikong Jimmy Y Elwaren mengatakan pihaknya melakukan ekspor perdana produk perikanan ke Sarawak, Malaysia. Menurutnya, permintaan produk perikanan dari Malaysia cukup tinggi sehingga menjadi peluang usaha bagi masyarakat setempat.
"Ini merupakan ekpor perdana produk perikanan melalui PLBN Aruk, produk perikanan yang diekspor adalah ubur-ubur (Dried Jelly Fish)," kata Jimmy dikutip Antara, Jumat (1/12).
Dia menjelaskan, ubur-ubur yang diekspor seberat 4 ton dari unit pengolahan milik PT Samudra Jaya Indah, melalui Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Aruk, Kabupaten Sambas.
"PLBN Aruk sekarang tidak hanya sebagai pintu pelintasan semata, juga bisa melayani ekspor dan itu tentunya membuka peluang usaha yang berpotensi bagi masyarakat," ungkapnya.
Menurutnya, permintaan dari Sarawak khususnya ubur-ubur dari Kalimantan Barat sangat tinggi. Bahkan wilayah itu belum mampu sepenuhnya memenuhi permintaan importir dari Malaysia.
Meski demikian, secara perlahan akan terus melakukan ekspor untuk memenuhi permintaan importir. Di mana ke depannya produk perikanan yang diimpor tidak hanya berupa ubur-ubur semata, masih banyak produk perikanan lain.
"Harapannya, ini terus berkesinambungan. Dengan dibukanya jalur ekspor di Aruk jelas bisa meningkatkan kesejahteraan bagi masyarakat perbatasan dan tentunya menciptakan lapangan kerja bagi masyarakat," pungkasnya.
(mdk/azz)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya