Bulog Tunggu Surat Penugasan Soal Impor 100.000 Ton Bawang Putih
Direktur Pengadaan Perum Bulog Bachtiar Utomo mengatakan pihaknya tengah melengkapi persyaratan administrasi untuk mengimpor bawang putih sebesar 100.000 ton, salah satunya menunggu surat penugasan Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) diterbitkan.
Direktur Pengadaan Perum Bulog Bachtiar Utomo mengatakan pihaknya tengah melengkapi persyaratan administrasi untuk mengimpor bawang putih sebesar 100.000 ton, salah satunya menunggu surat penugasan Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) diterbitkan.
"Kementerian Pertanian pasti sudah mengizinkan berdasarkan hasil rakortas itu. Yang ditunggu Bulog sekarang tinggal surat penugasan dari Menteri BUMN," kata Bachtiar dikutip Antara, Minggu (24/3).
Dia menjelaskan, setelah mendapat kelengkapan administrasi dari Kementerian Pertanian dan Kementerian BUMN, maka proses selanjutnya adalah mengajukan izin ke Kementerian Perdagangan untuk mendapatkan persetujuan impor (PI).
Segera setelah administrasi lengkap, Bulog akan langsung melakukan lelang impor bawang putih secara terbuka. Bawang putih sebanyak 100.000 ton rencananya akan didatangkan dari Tiongkok secara bertahap mulai April 2019.
"Kita langsung tender untuk cari barang termurah. Kalau China tidak terlalu lama, tidak seperti Brasil dan Argentina, sekitar tiga mingguan. Kami usahakan bulan April sudah masuk," imbuhnya.
Untuk mengimpor 100.000 ton bawang putih ini, Bulog menyiapkan anggaran sekitar Rp 500 miliar. "Anggaran yang disiapkan untuk 100.000 ton paling tidak sekitar Rp500 miliar," tandasnya.
Sebelumnya, Menteri Koordinator bidang Perekonomian, Darmin Nasution memerintahkan Badan Urusan Logistik (Bulog) untuk mengimpor bawang putih sebesar 100.000 ton. Impor ini untuk mengendalikan harga bawang putih yang mengalami kenaikan.
"Bawang putih lagi naikkan Rp 45.000 jadi kita tugaskan Bulog untuk impor segera. Kalau angkanya kira-kira 100.000 ton untuk menarik lagi harganya ke arah Rp 25.000," ujar Menko Darmin di Kantornya, ditulis Selasa (19/3).
Menko Darmin mengatakan, impor bawang putih memang dilakukan setiap tahun. Sebab, Indonesia belum bisa menghasilkan sendiri bawang putih. Bawang impor nantinya akan didatangkan sebelum Lebaran.
Baca juga:
Harga Ayam Potong di Jakarta Dikabarkan Bakal Naik
Harga Bawang Putih Meroket Jadi Rp 50.000 per Kg
Sudah Ada Tol Trans Jawa, Harga Bawang di Solo Masih Naik Jelang Ramadan
Pemerintah Cari Cara Kendalikan Kenaikan Harga Bawang Putih
Peternak Minta Bantuan Ombudsman Atasi Murahnya Harga Jual Ayam