Bulog mulai buka pendaftaran tender untuk impor beras 500.000 ton
Beras yang akan diimpor nantinya beras dengan kandungan air 0 sampai 0,25 persen artinya, beras jenis medium hingga premium.
Kementerian Perdagangan (Kemendag) secara resmi menerbitkan izin importasi beras sebanyak 500.000 ton yang diberikan kepada Perum Bulog. Izin impor sebagai bentuk upaya pemerintah untuk menurunkan harga komoditas tersebut yang dalam beberapa waktu terakhir mengalami kenaikan.
Beras yang akan diimpor nantinya beras dengan kandungan air 0 sampai 0,25 persen artinya, beras jenis medium hingga premium.
Direktur Utama Perum Bulog, Djarot Kusumayakti mengatakan, impor beras sepenuhnya akan menggunakan dana yang dimiliki oleh Bulog. Impor akan dilakukan dengan menggandeng importir beras dari negara produsen, dalam hal ini adalah Thailand dan Vietnam.
"Semalam sudah saya buka di web siapapun boleh ikut daftar lelang sepanjang perusahaan itu memang layak. Yang boleh ikut lelang hanya anggota asosiasi di negara produsen beras," ujar Djarot di Hotel Aston, Cirebon, Selasa (16/1).
Djarot belum dapat memastikan berapa jumlah perusahaan yang telah mendaftar untuk memasok beras ke Indonesia. Namun demikian, pihaknya akan terus memastikan bahwa tender hanya diikuti oleh asosiasi negara penghasil beras dan tidak dimanfaatkan oleh mafia beras.
"Yang selalu diingatkan oleh pimpinan, Bulog harus melaksanakan impor dengan transparan, baik dan benar. Serta harus sesuai terhadap aturan itu dan itu merupakan tanggung jawab saya. Semaksimal mungkin kita menjaga kebocoran dari mafia beras atau perusahaan yang tidak layak ikut tender," jelasnya.
Lebih lanjut, Djarot menjelaskan ada 5 hal yang ditekankan oleh pemerintah dalam melakukan impor tahun ini. Pertama, beras yang diimpor adalah beras jenis umum. Kedua, jumlahnya sebanyak-banyaknya 500.000 ton artinya boleh di bawah angka tersebut tetapi tidak boleh melebihi.
"Ketiga, jangka waktu beras masuk ke Indonesia sampai Februari, dan ditetapkan tidak boleh datang setelah Februari. Keempat, impor ini menggunakan dana Bulog sendiri tidak ada menggunakan dana swasta ataupun badan lain," jelasnya.
Djarot menambahkan, faktor kelima yang harus dipahami semua pihak adalah beras yang didatangkan untuk mendukung cadangan beras dalam negeri. Oleh karena itu, beras tersebut nantinya akan disimpan hingga pemerintah memutuskan kapan waktu yang tepat untuk melepas beras ke pasar.
"Beras ini hanya akan dipakai untuk perkuat cadangan beras pemerintah yang ada saat ini. Jadi bukan, beras datang kemudian langsung disebar kepada masyarakat. Yang beredar nanti dioperasi pasar masih beras cadangan yang ada saat ini. Lalu kapan dikeluarkan ke pasar? akan dikelurkan kalau sudah diputuskan oleh rakortas pemerintah," tandasnya.
Baca juga:
Resmi, Kemendag keluarkan izin impor beras 500.000 ton
Pemerintah siap impor beras, Jatim klaim stok masih surplus
Stok beras surplus, Pemkot Mataram tak setuju dengan impor beras
Pedagang nilai kebijakan impor beras Pemerintah Jokowi tak efektif turunkan harga
Wagub: Stok beras di Gorontalo berlimpah