Wagub: Stok beras di Gorontalo berlimpah
Merdeka.com - Isu melonjaknya harga beras di pasaran langsung ditindaklanjuti Pemerintah Provinsi Gorontalo, dengan melakukan pemantauan stok beras di gudang Bulog dan peninjauan ke pasar sentral Kota Gorontalo.
"Hasil pantauan kita di gudang Bulog, stok beras Gorontalo aman," kata Wakil Gubernur Gorontalo, Idris Rahim seperti ditulis Antara, Selasa (16/1).
Dari pantauan di gudang Bulog, stok beras yang tersedia sangat melimpah atau mencapai 2.750 ton. Stok tersebut cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat Gorontalo hingga 3 bulan ke depan.
"Sehingga itu saya minta masyarakat dan pedagang tidak terpengaruh dengan isu-isu, jangan berspekulasi apalagi sampai melakukan penimbunan, stok beras kita banyak," tegas wagub.
"Bulog Gorontalo sudah melakukan operasi pasar hanya kurang lebih 5 ton, kalau harganya melonjak pasti kembali akan melakukan operasi pasar."
Sementara itu, kepala Dinas Pertanian Provinsi Gorontalo Muljady Mario menambahkan selain stok beras yang ada di gudang Bulog, secara keseluruhan stok beras di Gorontalo berlimpah. Puncak panen di Gorontalo ada pada bulan Desember 2017 dengan luasan panen mencapai 27.000 hektar.
"Dengan rata-rata produksi 4,8 ton, berarti ada 133 ton gabah yang setara dengan beras 79 ribu ton, sedangkan rata-rata kebutuhan kita perbulan hanya 10 ribu ton, berarti kita surplus," kata Muljady.
Sehingga tidak ada alasan pedagang untuk menaikkan harga, karena beras di Gorontalo sangat berlimpah. Sementara di lapangan memang harga beras naik tapi tidak signifikan, ini terpengaruh dengan pemberitaan nasional harga beras naik.
Untuk mengantisipasi gejolak pasar yang terpengaruh dengan isu kenaikan harga beras secara nasional, pihak Bulog Gorontalo sejak awal tahun 2018 sudah melakukan operasi pasar cadangan beras pemerintah.
Stok beras Bulog adalah jenis beras medium dengan Harga Eceran Tertinggi (HET) sebesar Rp 9.450 per kilogram.
"Operasi pasar yang kita lakukan saat ini adalah penetrasi pasar yang kita pasok ke pedagang pengecer di pasar sentral dengan harga di bawah harga eceran tertinggi yaitu sebesar Rp 9.350,00 per kilogram," kata Castro Hermanses, kepala Bulog Gorontalo.
(mdk/idr)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya