LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. UANG

Bukan Covid-19, Ini Ancaman Besar Bagi Pertumbuhan Ekonomi di 2022

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengungkap ancaman yang lebih dahsyat dari pandemi Covid-19 terhadap pertumbuhan ekonomi Indonesia di tahun tahun 2022. Menurutnya, ancaman yang perlu diwaspadai itu ialah inflasi.

2022-03-08 17:24:42
Pertumbuhan Ekonomi
Advertisement

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengungkap ancaman yang lebih dahsyat dari pandemi Covid-19 terhadap pertumbuhan ekonomi Indonesia di tahun tahun 2022. Menurutnya, ancaman yang perlu diwaspadai itu ialah inflasi.

"Tentu di tahun 2022 tantangan berikut yang (lebih besar) inflasi," katanya dalam webinar Sarasehan Industri Keuangan Jawa Tengah dan DIY, Selasa (8/3).

Untuk itu, dia meminta Tim Pengendalian Inflasi Daerah atau TPID lebih sigap dalam mengantisipasi tren pergerakan inflasi sepanjang tahun ini. Tujuannya agar menyelamatkan daya beli masyarakat untuk mendukung pemulihan ekonomi yang lebih berkualitas.

Advertisement

"Jadi, TPID perlu BERPERAN (lebih) menjaga inflasi agar pertumbuhan (ekonomi) bisa di dorong menjadi pertumbuhan yang berkualitas," tekannya.

Menko Airlangga menambahkan, saat ini, pemerintah terus melanjutkan agenda reformasi struktural. Dia menyebut, reformasi struktural menjadi kunci keluar dari perangkap negara pendapatan menengah (middle income trap).

"Kita perlu menjaga pemulihan ekonomi nasional, sehingga dapat terus tumbuh dan jangka menengah kita punya tantangan agar bisa segera lolos dari middle income trap," terangnya.

Advertisement

Sebelumnya, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan, memasuki masa pemulihan ekonomi pasca pandemi Covid-19 inflasi menjadi persoalan yang perlu diwaspadai. Sebab, banyak negara yang telah meningkatkan suku bunga di tengah inflasi yang tinggi.

Dia mencontohkan tingkat inflasi yang terjadi di Brazil. Saat ini inflasi di Brazil mencapai 10 persen dan tingkat suku bunga telah dinaikkan menjadi di atas 10 persen. Begitu juga dengan Rusia yang mengalami inflasi 8 persen, suku bunga acuannya telah dinaikkan sedikit di bawah 8 persen. Pun dengan Mexico, Amerika Serikat dan Uni Eropa juga melakukan hal yang sama.

Kondisi ini turut berimbas pada Indonesia. Pemerintah harus mempersiapkan diri untuk kemungkinan adanya pelemahan nilai tukar rupiah terhadap mata uang asing. "Dengan kondisi itu kita berharap nilai tukar ini bisa berujung pada lingkungan seperti ini dengan peningkatan resiko global," kata dia.

Dari sisi volume perdagangan internasional diperkirakan juga akan mengalami penurunan. Mengingat di saat yang sama ketidakpastian global berpotensi memperlemah perekonomian dunia karena harga komoditas mengalami normalisasi dan penyesuaian dari harga tertinggi di akhir tahun 2021 sampai 2022.

Baca juga:
Kenaikan Harga Komoditas Dunia Dinilai Karena Sanksi Negara Barat ke Rusia
BI Prediksi Inflasi Maret Capai 0,32 Persen, Disumbang Kenaikan Harga Cabai
Deflasi Februari Dipicu Kebijakan Minyak Goreng Rp14.000 per Liter
Jokowi: Waspada Harga Pangan dan Inflasi Meroket Akibat Perang Rusia-Ukraina
BPS: Februari 2022 Terjadi Deflasi 0,02 Persen Dipicu Harga Minyak Goreng
Konflik Rusia-Ukraina, Harga Komoditas dan Inflasi RI Diprediksi Meningkat

(mdk/azz)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.